Di Kazakstan Muncul Pneumonia Tak Dikenal, Lebih Mematikan dari Covid-19?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Jum'at, 10 Juli 2020 | 13:39 WIB
Di Kazakstan Muncul Pneumonia Tak Dikenal, Lebih Mematikan dari Covid-19?
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Suara.com - Kedutaan besar China di Kazakhstan telah memeringatkan tentang munculnya pneumonia yang tidak diketahui di Kazakstan sejak Juni. Pneumonia itu disebut tidak terkait dengan virus corona namun dikhawatirkan lebih mematikan. 

"Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada novel virus corona," ujar pihak kedutaan China untuk Kazakstan dalam sebuah edaran peringatan pada warga China di negara tersebut.

"Departemen kesehatan Kazakstan sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia, tetapi belum mengidentifikasi virusnya," imbuhanya.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), sementara kedutaan besar China menggambarkan penyakit itu sebagai "pneumonia yang tidak diketahui", pejabat dan media Kazakstan hanya mengatakan itu adalah pneumonia biasa.

Tidak jelas mengapa kedutaan besar Tiongkok menggambarkan penyakit itu sebagai pneumonia yang tidak diketahui.

Situs web kedutaan mengatakan bahwa  Provinsi Atyrau, Aktobe, dan Kota Shymkent telah melaporkan lonjakan yang signifikan dalam kasus pneumonia sejak pertengahan Juni.

Shymkent dan ibu kota Atyrau terpisah sejauh 1.500 km (930 mil), sementara jarak antara ibu kota Atyrau dan Aktobe adalah 330 km (205 mil).

Kedutaan China mengatakan bahwa sejauh ini ada hampir 500 kasus pneumonia di tiga tempat, lebih dari 30 orang dalam kondisi kritis.

Negara secara keseluruhan mengalami 1.772 kematian akibat pneumonia pada bagian pertama tahun ini. Sebanyak 628 di antaranya terjadi pada Juni, termasuk beberapa warga negara China.

baca juga
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

"Kedutaan China di Kazakhstan mengingatkan warga negara China di sini untuk mewaspadai situasi dan meningkatkan pencegahan untuk menurunkan risiko infeksi," kata pernyataan kedutaan.

"Sekitar 300 orang yang didiagnosis menderita pneumonia dirawat di rumah sakit setiap hari," ujar Saule Kisikova, kepala departemen perawatan kesehatan di ibu kota Nur-Sultan, kepada kantor berita Kazinform. 

Badan itu juga mengatakan ada 1.700 kasus pneumonia secara nasional pada Juni, lebih dari dua kali lipat jumlah di bulan yang sama tahun lalu.

Kisikova mengatakan bahwa dokter menemukan 600 orang sehari dengan gejala pneumonia, dibandingkan dengan 80 orang sebelum dimulainya wabah Covid-19.

"Setiap hari, 350 hingga 400 pasien dirawat di rumah sakit di kota dengan Covid-19 atau pneumonia," kata Kisikova.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trik Kurangi Asupan Gula dan Cegah Covid-19 di Salon dan Spa

Trik Kurangi Asupan Gula dan Cegah Covid-19 di Salon dan Spa

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 11:14 WIB

Wabah Pes Kembali Ditemukan, WHO Bilang Tidak Usah Khawatir

Wabah Pes Kembali Ditemukan, WHO Bilang Tidak Usah Khawatir

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 16:35 WIB

Penderita Penyakit Mental Akut Juga Berisiko Tinggi Terkena Covid-19 Parah

Penderita Penyakit Mental Akut Juga Berisiko Tinggi Terkena Covid-19 Parah

Health | Senin, 13 April 2020 | 10:49 WIB

Terkini

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

×