Masker Wajah Dianggap Picu Banyak Masalah Kesehatan Lain, Ini Kata Ahli!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 15 Juli 2020 | 17:43 WIB
Masker Wajah Dianggap Picu Banyak Masalah Kesehatan Lain, Ini Kata Ahli!
Ilustrasi masker N95. (Unsplash)

Suara.com - Penggunaan masker wajah dipercaya bisa mencegah penularan virus corona Covid-19. Tetapi, penggunaan masker juga bisa menimbulkan kontroversi kesehatan.

Beberapa orang telah mengklaim bahwa penggunaan masker bisa menyebabkan segala jenis masalah kesehatan. Apalagi bila seseorang memakai masker terus-menerus dan terlalu lama.

Penggunaan masker terlalu lama ini diklaim membuat seseorang menghirup lebih banyak karbon dioksida. Karena, setiap orang pasti akan menghebuskan karbon dioksida setelah menghirup oksigen dari udara ke dalam paru-paru.

Pada konsentrasi yang siginifikan, karbon dioksida yang terhirup ini bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti berkeringat, pusing dan asfiksia.

Namun, spesialis penyakit menular telah berulang kali membantah klaim tersebut. Mereka mengatakan bahwa penggunaan masker tidak cukup ketat, sehingga itu tidak akan menghambat aliran udara atau memerangkap karbon dioksida di dalamnya.

Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)
Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)

William Schaffner, seorang spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center pun mencoba memperhatikan bahaya penggunaan masker terlalu lama.

"Kami tidak memiliki UGD penuh dengan orang-orang yang mengenakan masker dan tidak ada yang menjadi sakit karena memakai masker," kata William dikutip dari Express.

Meski tidak pengguaannya terbukti tidak berbahaya, tapi pemakaian masker memang tidak selalu nyaman. Para profesional medis pun mengakui bhawa penggunaan masker terus-menerus menyebabkan ketidaknyamanan karena sifatnya yang keras.

Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular di Johns Hopkins Center for Health Security mengatakan masker menyebabkan orang mempermasalahkan banyak hal.

"Banyak orang mengatakan sulit untuk memakai masker yang selalu jadi permasalah. Aku pikir orang-orang hanya berusaha mencari alasan untuk tidak memakai masker, jadi mereka terus mempermasalahkan apapun," kata Amesh.

Ketidaknyamanan ini juga membuat para pejabat menyimpulkan beberapa kelompok mungkin tidak perlu mengenakan masker. Mereka mempertimbangkan orang yang merasa tidak nyaman memakai masker dan memiliki masalah pernapasan sebelumnya.

Karena itu, mereka berpendapat kelompok yang tak seharusnya diwajibkan memakai masker, yaitu anak-anak di bawah usia 2 tahun, usia sekolah dasar yang tidak bisa memakai masker tanpa bantuan dan orang yang mengalami kesulitan bernapas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Kekuatan' Masker, 139 Pelanggan Salon Selamat dari Penularan Covid-19

'Kekuatan' Masker, 139 Pelanggan Salon Selamat dari Penularan Covid-19

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 16:18 WIB

Inspiratif, 6 Kisah Lansia Sukses Pulih dari Virus Corona Covid-19

Inspiratif, 6 Kisah Lansia Sukses Pulih dari Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 15:35 WIB

JK Prediksi 17 Agustus Nanti Kasus Covid-19 Bisa Capai 120 Ribu

JK Prediksi 17 Agustus Nanti Kasus Covid-19 Bisa Capai 120 Ribu

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 15:35 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB