Perhatikan, Moms! Pola Makan Bayi Pengaruhi Kesehatan Jangka Panjang, lho

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 18 Juli 2020 | 06:05 WIB
Perhatikan, Moms! Pola Makan Bayi Pengaruhi Kesehatan Jangka Panjang, lho
ilustrasi makanan bayi [shutterstock]

Suara.com - Untuk pertama kalinya, para ahli yang melapor ke Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS dan Departemen Pertanian AS tentang bagaimana pola makan memengaruhi kesehatan jangka panjang, serta menunjukkan informasi baru tentang menyusui bayi sejak lahir hingga usia 2 tahun.

Laporan itu juga menegaskan pola makan sehat dari lahir hingga 24 bulan mendukung pertumbuhan dan perkembangan selama masa bayi, kanak-anak, remaja, hingga dewasa.

Para ahli juga menyatakan 1.000 hari pertama kehidupan tidak hanya berkontribusi pada kesehatan jangka panjang tetapi juga membantu membentuk preferensi rasa dan pilihan makanan.

"Paparan nutrisi kehidupan awal telah muncul sebagai faktor risiko etiologis (penyebab penyakit) yang terkait dengan penyakit kronis di kemudian hari," kata ahli, dilansir Fox News.

Berikut adalah enam poin utama yang dicatat oleh Dietary Guidelines Advisory Committee 2020 terkait dengan kebiasaan makan bayi:

Ilustrasi bayi makan yogurt. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi makan (Shutterstock)

1. Sama sekali tidak ada tambahan gula untuk bayi

"Bayi harus menghindari makanan dan minuman dengan tambahan gula selama dua tahun pertama kehidupannya. Energi dalam produk-produk tersebut kemungkinan akan menggantikan energi dari makanan padat nutrisi, meningkatkan risiko kekurangan gizi," kata ahli.

Para ahli membuat hubungan antara konsumsi minuman olahan yang dimaniskan dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Mereka mengatakan hampir 70 persen gula tambahan berasal dari produk-produk seperti minuman manis, makanan penutup, makanan ringan manis dan sereal sarapan.

2. ASI lebih baik

baca juga

"Bukti terkuat yang ditemukan adalah mengonsumsi ASI mengurangi risiko obesitas, diabetes tipe 1, dan asma dibandingkan dengan tidak pernah disusui," jelas ahli.

Mereka menemukan kenaikan berat badan yang cepat lebih mungkin terjadi pada bayi yang diberi susu formula.

Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)
Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)

3. Tidak ada makanan padat untuk bayi sebelum mereka berusia 4 bulan

Penelitian menunjukkan memulai makanan pertama bayi sebelum ambang batas empat bulan dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas antara usia 2 dan 12 tahun.

4. Kenalkan kacang dan telur lebih awal untuk mengurangi alergi

Menurut ahli, memberi makan kacang dan telur 'di usia yang sesuai' setelah usia empat bulan dapat mengurangi risiko alergi makanan.

5. Berikan vitamin D dan perhatikan zat besi dan seng

Karena ASI tidak mengandung cukup vitamin D, ahli merekomendasikan agar bayi yang diberi ASI penuh dan sebagian ditambah vitamin D 400 IU sejak lahir sampai mereka disapih.

Tak hanya itu, makanan seperti daging yang kaya zat besi dan seng selama enam bulan kedua kehidupan bayi juga sangat penting. Ini diperkaya dengan sereal bayi yang mengandung nutrisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:12 WIB

Seperti Makanan Bayi, Tapi Pure Ini Dapat Tingkatkan Kesuburan Lelaki

Seperti Makanan Bayi, Tapi Pure Ini Dapat Tingkatkan Kesuburan Lelaki

Health | Senin, 14 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Dosen di Riau Sulap Biji Durian Jadi Makanan Bayi Kurang Gizi

Dosen di Riau Sulap Biji Durian Jadi Makanan Bayi Kurang Gizi

Health | Rabu, 07 November 2018 | 08:26 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×