Tak Boleh Asal, Ini Pemanasan Sebelum Bersepeda Jarak Jauh

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 20 Juli 2020 | 19:50 WIB
Tak Boleh Asal, Ini Pemanasan Sebelum Bersepeda Jarak Jauh
Pesepeda melintasi jalur sepeda di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (19/7/2020). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Bersepeda kini menjadi tren tersendiri, terutama bagi masyarakat ibukota. Mulai dari anak muda hingga orang tua memilih sepeda sebagai sarana olahraga.

Tapi, banyak di antara masyarakat yang melakukan olahraga sepeda tanpa pemanasan terlebih dahulu. Hasilnya, tidak jarang dari mereka yang mengalami  saat tengah melakukan olahraga.

Sebagai sebuah bentuk olahraga, bersepeda tentunya juga butuh pemanasan. Lalu, bagaimana pemanasan sebelum bersepeda yang baik dan juga benar?

Ilustrasi sepeda. [Shutterstock]
Ilustrasi sepeda. [Shutterstock]

"Menurut pendapat kita dalam pemanasan termasuk stretching termasuk kegiatan olahraga. Pemanasan yang diperhatikan gimana kita mau meningkatkan heart rate istirahat,"ungkap Ketua Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic, Siloam Kebon Jeruk, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, dalam seminar online, Senin, (20/7/2020).

Menurutnya, tidak bisa langsung mengambil porsi jarak atau durasi yang berlebih. Sehingga aktivitas dari yang tadinya istirahat harus dinaikkan secara perlahan.

Seperti bersepeda ada target yang mau dicapai, tidak boleh berlebihan dan berbahaya. Gimana caranya makanya pelan pelan, dan mengenai streeching pasif streeacing itu tidak baik itu sama dengan karet dingin nanti putus ketika direntangkan," ujar Henry.

Oleh sebab itu, bentuk pemanasan yang disarankan ialah dynamic stretching. Artinya saat melakukan aktivitas olahraga harus dimulai dari tempo yang lambat terlebih dahulu.

"Aktivitasnya sama tapi heart ratenya diturunkan ," kata dia.

Oleh karena itu, ia menyarankan bagi para awam dan pemula untuk tidak mengambil jarak dan durasi yang jauh dan lama. Henry mengatakan, lebih baik bersepeda selama 30 menit secara rutin dan konsisten.

"Di kalangan masyarakat itu banyak yang berlebihan, ikut-ikutan tidak melihat limit masing masing itu yang bahaya kalau untuk kesehatan cukup 30 menit, itu sudah cukup terlatih, jadi harus dibedakan sepeda untuk sehat bukan senang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencarian Sepeda Lipat di Google Indonesia Meningkat Tajam

Pencarian Sepeda Lipat di Google Indonesia Meningkat Tajam

Tekno | Senin, 20 Juli 2020 | 19:23 WIB

Ini Dia, Tiga Modifikasi Kendaraan untuk Tanggulangi Karhutla

Ini Dia, Tiga Modifikasi Kendaraan untuk Tanggulangi Karhutla

Otomotif | Senin, 20 Juli 2020 | 15:35 WIB

Kisah Wanita yang Disebut Barbie Berotot, Hobi Olahraga untuk Atasi Stres

Kisah Wanita yang Disebut Barbie Berotot, Hobi Olahraga untuk Atasi Stres

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB