Kemenkes Soroti Gangguan Kesehatan Mental yang Dialami Anak Selama Pandemi

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 20 Juli 2020 | 21:31 WIB
Kemenkes Soroti Gangguan Kesehatan Mental yang Dialami Anak Selama Pandemi
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. (Dok: Youtube/BNPB)

Suara.com - Kementerian Kesehatan menyoroti masalah kesehatan mental yang terjadi pada anak-anak selama pandemi Covid-19. Gangguan psikososial itu dialami anak akibat perubahan yang terjadi dalam upaya penyesuaian dengan wabah virus corona.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Fidiansjah menyampaikan bahwa dampak yang terjadi cukup mengkhawatirkan. Ia memaparkan, hasil survei dari Wahana Visi Indonesia yang menyebut 47 persen anak bosan berada di rumah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. (Dok: Youtube/BNPB)
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. (Dok: Youtube/BNPB)

"Dampak psikososial juga mengkhawatirkan, 47 persen bosan tinggal di rumah, 35 persen anak khawatir akan ketinggalan pelajaran karena tidak seperti biasa mendapatkan pelajarannya," kata Fidiansjah dalam konferensi virtual BNPB, Senin (20/7/2020).

Kekhawatiran itu kemungkinan disebabkan program belajar dari rumah yang mengandalkan jaringan internet. Firdi mengatakan bahwa hanya 68 persen anak bisa mengakses jaringan internet.

Sementara sebanyak 32 persen anak kesulitan mendapatkan program belajar dalam bentuk apa pun yang menyebabkan ia harus belajar sendiri.

"Dan itu menimbulkan dampak 37 persen anak tidak bisa mengatur waktu belajar, 30 persen kesulitan memahami pelajaran, dan bahkan 27 persen tidak memahami instruksi guru berdasarkan belajar," ujarnya.

Proses belajar yang berbeda juga menyebabkan 11 persen anak-anak mengalami kekerasan secara fisik dan 62 persen mendapat kekerasan verbal, lanjut Firdi. Selain itu, dampak dari pandemi Covid-19 telah membuat 34 persen anak-anak takut terinfeksi virus corona walaupun mereka berada di dalam rumah.

Sebanyak 20 persen anak rindu bertemu teman-temannya juga sepuluh persen khawatir dengan penghasilan orangtua akan berkurang akibat pandemi.

"Jadi itu menggambarkan betapa tinggi persoalan kesehatan jiwa pada anak saat pandemi kalau tidak ditangani dengan cepat," ujarnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Jumlah Perokok Anak Indonesia Bertambah 1,6 Cuma Dalam Lima Tahun

Miris, Jumlah Perokok Anak Indonesia Bertambah 1,6 Cuma Dalam Lima Tahun

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 20:03 WIB

Mengenal Flu Spanyol, Pandemi Virus Paling Mematikan Tahun 1918!

Mengenal Flu Spanyol, Pandemi Virus Paling Mematikan Tahun 1918!

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 18:43 WIB

Demi Tunggui Ibu di RS karena Corona, Anak Ini Rela Panjat Tembok

Demi Tunggui Ibu di RS karena Corona, Anak Ini Rela Panjat Tembok

News | Senin, 20 Juli 2020 | 16:26 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×