Dokter Positif Usai 3 Bulan Sembuh dari Covid-19, Teori Antibodi Keliru?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 21 Juli 2020 | 12:39 WIB
Dokter Positif Usai 3 Bulan Sembuh dari Covid-19, Teori Antibodi Keliru?
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Seorang dokter di Sheba Medical Center Ramat Gan, Israel dilaporkan kembali dinyatakan positif Covid-19, setelah pada April lalu dinyatakan sembuh dari infeksi yang disebabkan oleh virus corona jenis baru tersebut.

Mengutip The Times of Israel, Selasa (21/7/2020) dokter yang tidak disebutkan namanya itu sempat tertular diawal saat wabah menyebar di Israel.

Selanjutnya pada Mei hingga Juni, dokter tersebut kembali dites dan dinyatakan tidak lagi memiliki virus corona di tubuhnya. Namun setelah melakukan kontak kembali dengan pasien Covid-19, ia kembali dinyatakan positif.

Ini bukanlah kejadian yang pertama di Sheba. Sebelumnya sudah ada dua kasus serupa ketika seseorang yang sudah sembuh kemudian terinfeksi Covid-19 kembali.

Karena kejadian tersebut, terbentuknya kekebalan tubuh seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 adalah hal yang tidak pasti. 

Kemudian berkembang juga hipotesa mengenai pasien yang menghasilkan antiodi atau kekebalan tubuh dari virus, ada jugayang tidak menghasilkan antibodi tersebut.

Pada awal bulan, dua staf perawat Covid-19 Wolfson Medical Center yang tertular virus tidak memiliki antibodi. Hal ini lantas memancing kekhawatiran bahwa beberapa pasien yang sembuh bisa saja tidak memiliki kekebalan tubuh setelah terinfeksi Covid-19.

"Sangat mengkhawatirkan (jika memikirkan) mengapa mereka tidak memiliki antibodi," Margarita Mashavi, Kepala Kedokteran Internal Wolfson Medical Center Holon.

Keberadaan antibodi pada pasien yang sudah sembuh sangatlah penting, karena itu artinya mereka bisa melindungi diri dari Covid-19 jika terinfeksi kembali, dengan temuan ini bisa jadi pasien yang sembuh ini sesungguhnya tidak kebal.

Pada awal Juli lalu, Peneliti Universitas Tel Aviv mengumumkan mereka telah terinfeksi Covid-19 setidaknya memiiki antibodi setidaknya selama dua bulan.

Kementerian Kesehatan Israel juga akhirnya meluncurkan program puluhan ribu tes serologis, untuk melihat tingkat paparan populasi terhadap Covid-19. Tes ini juga bisa melihat kekebalan seseorang dari Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benua Amerika Jadi Episentrum Covid-19, WHO Khawatirkan Suku Asli Amazon

Benua Amerika Jadi Episentrum Covid-19, WHO Khawatirkan Suku Asli Amazon

Health | Selasa, 21 Juli 2020 | 12:11 WIB

Viral, Wanita Ini Sebut Rumah Sakit Rekayasa Pasien Covid-19

Viral, Wanita Ini Sebut Rumah Sakit Rekayasa Pasien Covid-19

Jogja | Selasa, 21 Juli 2020 | 12:25 WIB

Waspada, Manula Lebih Berisiko Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Waspada, Manula Lebih Berisiko Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Tekno | Selasa, 21 Juli 2020 | 12:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB