Paparan Sinar UV Bisa Picu Degenerasi Makula, Ini Saran Ahli Kacamata!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 21 Juli 2020 | 16:58 WIB
Paparan Sinar UV Bisa Picu Degenerasi Makula, Ini Saran Ahli Kacamata!
Ilustrasi Terpapar Sinar Matahari, sinar UV (Shutterstock)

Suara.com - Sama halnya dengan kulit, sinar UV bisa membahayakan mata. Sinar itu sangat berisiko bagi penglihatan karena bisa merusak kornea (permukaan mata yang halus dan bening) hingga menyebabkan degenerasi makula yang bisa memicu pandangan kabur atau hilangnya penglihatan sentral.

Selain itu dilansir dari Mirror UK, sinar UV juga bisa menyebabkan melanoma di bagian belakang mata.

Paparan sinar UV yang singkat dan intens juga bisa menyebabkan fotokeratitis, peradangan kornea yang hampir mirip kulit terbakar.

Kondisi ini juga bisa terjadi akibat paparan salju, pasir putih dan pantulan cahaya dari air. Bahkan bahan kimia dalam air kolam renang juga bisa memengaruhi penglihatan.

Biasanya, seseorang akan mengalami mata perenang atau mata kemerahan setelah berenang di kolam yang diklorinasi.

Tetapi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga penglihatan selama musim panas. Francesca Marchetti, ahli kacamata, menjelaskan cara yang tepat untuk melindungi mata atau penglihatan dari paparan sinar UV.

Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (shutterstock)
Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (shutterstock)

1. Kacamata hitam

Jika Anda biasanya melindungi kulit dari sinar UV dengan mengoleskan sunscreen, Anda tidak bisa melakukan hal sama untuk melindungi mata. Anda bisa melindunginya dengan menggunakan kacamata hitam yang bisa menyerap semua sinar UV.

Karena, kacamata hitam palsu atau tidak bisa menyerap semua sinar UV juga sama aja. Pastikan pula bentuk kacamata yang dipakai cukup menutupi mata Anda.

Jika Anda sudah menggunakan kacamata resep dokter, maka perlu juga untuk mempersiapkan kacamata yang bisa melindungi mata dari sinar UV.

2. Jangan melihat cahaya matahari

Anda perlu menghindari menatap cahaya matahari secara langsung tanpa pelindung, karena bisa membakar retina. Selain itu, Anda tetap perlu mengoleskan sunscreen di sekitar mata dan kelopak mata untuk melindungi kulit di sekitarnya.

3. Cara aman berenang

Jika Anda memiliki mata sensitif yang cenderung kemerahan dan terasa tidak nyaman saat berenang, Anda bisa membilaskan dengan tetes air mata buatan yang bebas pengawet.

Anda tidak boleh memakai lensa kontak ketika berenang di kolam yang diklorinasi, danau air tawar, sungai atau laut dalam waktu lama. Karena, ada banyak serangga di semua jenis air yang bisa terjebak di lensa kontak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Membunuh Virus Corona, Pakar Menyarankan Penggunaan Sinar UV di RS

Disebut Membunuh Virus Corona, Pakar Menyarankan Penggunaan Sinar UV di RS

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 15:56 WIB

Viral Foto Bocah Disinari Lampu UV, Malah Dibilang Mirip Persekutuan Tuyul

Viral Foto Bocah Disinari Lampu UV, Malah Dibilang Mirip Persekutuan Tuyul

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 15:38 WIB

Tes Kepribadian: Kenali Dirimu dari Huruf Apa yang Kamu Lihat Pertama Kali

Tes Kepribadian: Kenali Dirimu dari Huruf Apa yang Kamu Lihat Pertama Kali

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2020 | 06:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB