Rasa Aman Palsu, Penggunaan Face Shield Tanpa Masker Dilarang di Swiss

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 22 Juli 2020 | 14:28 WIB
Rasa Aman Palsu, Penggunaan Face Shield Tanpa Masker Dilarang di Swiss
face shield Kamis (11/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Departemen kesehatan di Swiss sekarang memperingatkan agar tidak mengenakan pelindung wajah plastik atau face shield tanpa masker. Peringatan itu terkait dengan munculnya wabah baru-baru ini di mana mereka yang hanya menggunakan face shield terinfeksi dengan virus corona sementara mereka yang memakai masker baik-baik saja.

Dilansir dari Insider, infeksi dilaporkan di sebuah hotel di wilayah Graubunden, di mana beberapa karyawan dan satu tamu dinyatakan positif terkena virus corona. 

Pejabat kesehatan setempat menetapkan bahwa semua yang terinfeksi hanya menggunakan face shield plastik tanpa masker sebagai perlindungan. Sementara orang yang menggunakan masker tidak ada yang terinfeksi. 

Pejabat kesehatan setempat mengatakan kepada kantor berita Swiss, bahwa face shield bisa menciptakan rasa aman yang keliru, membuat para pemakai mengambil risiko yang tidak perlu.

"Face shiled tidak berfungsi sebagai alternatif masker kebersihan. Face shiled dapat dikenakan tapi dengan masker untuk lebih meningkatkan perlindungan Anda sendiri," kata Yann Hulmann, juru bicara Kantor Kesehatan Masyarakat Federal, mengatakan kepada 20 Minutes.

Tumpukan face shield yang dijual di di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/6). [Suara.com/Alfian Winanto]
Tumpukan face shield yang dijual di di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa face shiled dapat membantu mencegah virus, tetapi hanya jika dikombinasikan dengan langkah-langkah keamanan lainnya seperti mengenakan masker, jarak sosial, dan sering mencuci tangan.

Menurut WHO, tidak ada langkah pencegahan tunggal yang cukup untuk sepenuhnya melindungi terhadap virus corona. 

Beberapa orang berpendapat bahwa face shiled dapat memberikan keuntungan, seperti lebih mudah dibersihkan daripada masker, menutupi seluruh wajah, dan mampu menampakkan ekspresi diri. 

Tetapi, penelitian lebih masih lanjut diperlukan untuk menentukan efektivitas face shield terhadap virus, termasuk dibandingkan dengan masker dan bentuk perlindungan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laju Penularan Virus Corona di Kalsel Tertinggi Dalam Sepekan Terakhir

Laju Penularan Virus Corona di Kalsel Tertinggi Dalam Sepekan Terakhir

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 13:16 WIB

CDC: Jumlah Kasus Corona di AS 10 Kali Lebih Tinggi dari Yang Tercatat

CDC: Jumlah Kasus Corona di AS 10 Kali Lebih Tinggi dari Yang Tercatat

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 13:07 WIB

Bukti Kuat, Ruam Merah di Mulut Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19

Bukti Kuat, Ruam Merah di Mulut Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB