Terlambat Diagnosis Jadi Penyebab Banyak Anak Meninggal Karena Covid-19?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 23 Juli 2020 | 13:27 WIB
Terlambat Diagnosis Jadi Penyebab Banyak Anak Meninggal Karena Covid-19?
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Aman B Pulungan mengatakan bahwa keterlambatan diagnosis menjadi penyebab tingginya angka kematian anak akibat Covid-19.

Data IDAI menunjukan bahwa kebanyakan anak yang meninggal setelah terinfeksi virus corona jenis baru tersebut masih berusia di bawah lima tahun. 

"Kalau dilihat populasi terbanyak yang meninggal di bawah satu tahun atau di bawah lima tahun. Ada keterlambatan dari sistem diagnosis dan penanganan. Beberapa di antaranya terdiagnosis post mortem setelah meninggal," kata Aman dalam webinar IDAI perayaan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2020).

Akibat keterlambatan diagnosis tersebut, kata Aman, banyak anak-anak yang meninggal dalam waktu perawatan kurang dari 24 sampai 48 jam. Selain itu, kesadaran mengenai covid-19 bisa menginfeksi bayi juga masih rendah. 

Apalagi gejala Covid-19 pada anak mirip dengan penyakit lain yang prevalensinya juga tinggi di Indonesia seperti DBD, TBC hingga diare.

"DBD kita tinggi, pneumonia, diare, TBC, mal nutrisi kita juga tinggi. Semua ini yang membuat anak-anak ini harusnya lebih cepat beranikan diri untuk men-suspect kan anak dan langsung di PCR," katanya. 

Selain itu komorbid atau penyakit penyerta yang ada pada anak juga jadi penyebab tingginya angka kematian.

Aman mengungkapkan, komorbid yang banyak terjadi pada pasien anak Covid-19 di antaranya infeksi sistem saraf pusat, TBC, malnutrisi parah, infeksi saluran pencernaan, dengue, celebral palsy, prematur, dan penyakit jantung bawaan. 

"Komorbid kita banyak, tantangan kesehatan banyak, yang buat kita lupa saat covid juga harus ditangani," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Bikin Anak Betah Belajar di Rumah

3 Cara Bikin Anak Betah Belajar di Rumah

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:11 WIB

Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah

Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:16 WIB

Viral, Video Anak Kucing Tertangkap Basah Curi Segepok Uang

Viral, Video Anak Kucing Tertangkap Basah Curi Segepok Uang

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:17 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB