Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Jadi Peluang Basmi TB di Indonesia

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:44 WIB
Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Jadi Peluang Basmi TB di Indonesia
Ilustrasi batuk. (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah penanganan Covid-19 yang saat ini menjadi fokus pemerintah, tuberkulosis atau TB yang merupakan penyakit menular pembunuh nomor satu di Indonesia seolah terlupakan. Namun, kabar terkini menyebutkan bahwa penerapan protokol kesehatan yang kita lakukan untuk mencegah Covid-19 ternyata dapat membantu mencegah penularan TB.

"Anak-anak aktivitas kalau di luar harus pakai masker, kalau sakit batuk pakai masker, kalau ke kerumunan pakai masker. Alhamdulillah, sekarang ini ada peluang, ini bisa mengurangi penularan TB, harus gunakan masker yang benar," ujar dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI dalam LIVE IG, Kamis (23/7/2020).

Wiendra bercerita bagaimana selama ini sulitnya Kemenkes RI meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan budaya cuci tangan untuk mengurangi penularan TB. Syukurnya, kini kepatuhan masyarakat memakai masker bisa dimanfaatkan untuk sekaligus mengeliminasi TB di Indonesia.

"Cuci tangan pakai sabun juga benar, PHBS, etika batuk, karena TB ini penularan melalui droplet (percikan ludah) infection, pegang mulut, pegang mata jadi tertular, pakai masker sudah bisa hindari penularan," ungkap Wiendra.

TB ditularkan melalui droplet karena penyakit ini sama seperti Covid-19 yang menyerang saluran napas dan menginfeksi paru-paru. Perbedaannya adalah yang menyebabkan TB adalah bakteri TBC, dan penyebab Covid-19 adalah virus SARS CoV 2.

Wiendra menyebut bahwa TB lebih mengerikan dibanding Covid-19. Dalam waktu 4 bulan, jumlah kasus Covid-19 yang didapat di Indonesia lebih dari 90 ribu. Dibandingkan dengan TB yang kasusnya di Indonesia mencapai 845 ribu kasus infeksi per tahun, tentu perbedaannya sangat jauh.

"Kalau lihat situasi TB itu lebih ngeri dibandingkan dengan Covid-19. Kalau estimasi kita punya angka TB setiap tahun 845 ribu kasus. Kalau Covid-19 itu 90 ribu kasus dalam 4 bulan," terang Wiendra.

Untuk kasus TB, Indonesia juga mendapat peringkat terbesar ketiga dunia, disandingkan dengan Afrika dan China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Bencana Alam Saat Pandemi, PMI dan BNPB Terapkan Protokol Kesehatan

Hadapi Bencana Alam Saat Pandemi, PMI dan BNPB Terapkan Protokol Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2020 | 22:08 WIB

Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan, DPR: Corona Belum Berakhir!

Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan, DPR: Corona Belum Berakhir!

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 21:02 WIB

Kasus Baru Corona Banyak di Kantor, Pemerintah: Matikan AC saat Rapat

Kasus Baru Corona Banyak di Kantor, Pemerintah: Matikan AC saat Rapat

News | Senin, 20 Juli 2020 | 16:49 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB