Studi: Pekerja Kantoran Berisiko Lebih Kecil Mengalami Penurunan Kognitif

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 28 Juli 2020 | 11:29 WIB
Studi: Pekerja Kantoran Berisiko Lebih Kecil Mengalami Penurunan Kognitif
Ilustrasi pekerja kantoran [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pekerja kantoran berisiko lebih kecil mengalami masalah penurunan kognitif daripada mereka yang bekerja di lapangan atau kerja fisik. Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Cambridge Inggris. 

Melansir dari Medical News Today, studi ini didasarkan pada sebuah proyek penelitian jangka panjang yang melibatkan 30.000 peserta berusia 40 hingga 79 tahun.

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kegiatan sehari-hari, pola makan, serta kanker. Studi telah diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology.

Pada proses penelitian, para peneliti menilai peserta selama rata-rata 12 tahun. Peserta dinilai kemampuan kognisinya, kemampuan memusatkan perhatian, memori, hingga tes IQ dasar. 

Hasilnya mereka yang memiliki pekerjaan kantoran dan tidak banyak aktivitas fisik memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih rendah. Selain itu, orang-orang dengan karir kantoran seumur hidup kemungkinan besar berada di kelompok yang memiliki performa kognitif terbaik.  

Sebaliknya, orang yang pekerjaannya melibatkan pekerjaan manual memiliki risiko hampir tiga kali lipat untuk mengembangkan penurunan kognitif.

Ilustrasi bekerja di kantor (Pexels/Energepic)
Ilustrasi bekerja di kantor (Pexels/Energepic)

"Karena pekerjaan kantoran cenderung lebih menantang secara mental daripada pekerjaan manual, mereka mungkin menawarkan perlindungan terhadap penurunan kognitif," kata penulis utama Shabina Hayat.

"Analisis kami menunjukkan bahwa hubungan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif ini tidak terjadi secara langsung," tambah Hayat.

Sementara itu, aktivitas  atau pekerjaan fisik sebelumnya telah dikaitkan dengan perlindungan terhadap berbagai risiko penyakit kronis, termasuk masalah kardiovaskular. Pada akhir studi ini, para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan. 

baca juga

"Studi lebih lanjut diperlukan, khususnya pada ketidaksetaraan lintas kelompok sosial-ekonomi, dampak pendidikan rendah, serta pekerjaan berkualitas rendah," catat para peneliti. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masalah Penglihatan Bisa Jadi Gejala Demensia, Ini Penjelasannya!

Masalah Penglihatan Bisa Jadi Gejala Demensia, Ini Penjelasannya!

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 14:03 WIB

Merasa Berhasil dalam Tes Gangguan Kognitif, Donald Trump Tantang Joe Biden

Merasa Berhasil dalam Tes Gangguan Kognitif, Donald Trump Tantang Joe Biden

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 08:41 WIB

Studi: Risiko Kardiovaskular Bisa Mempercepat Penurunan Kemampuan Kognitif

Studi: Risiko Kardiovaskular Bisa Mempercepat Penurunan Kemampuan Kognitif

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 09:24 WIB

Terkini

XL Buktikan Diri Jadi Jaringan Terbaik 2026, Saatnya Kamu Coba Sendiri!

XL Buktikan Diri Jadi Jaringan Terbaik 2026, Saatnya Kamu Coba Sendiri!

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Mengapa Minyak dan Air Tidak Bisa Menyatu secara Alami?

Mengapa Minyak dan Air Tidak Bisa Menyatu secara Alami?

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Google Ubah Kebijakan Spam SEO untuk Menghindari Denda Antitrust Digital di Eropa

Google Ubah Kebijakan Spam SEO untuk Menghindari Denda Antitrust Digital di Eropa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:10 WIB

5 Moisturizer Gel yang Mudah Meresap, Ringan dan Tidak Lengket di Kulit

5 Moisturizer Gel yang Mudah Meresap, Ringan dan Tidak Lengket di Kulit

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu

Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu

Sumut | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September

PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf

Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:03 WIB

×