Ajarkan Anak Nama Alat Kelamin, Sebaiknya Gunakan Bahasa Baku!

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 28 Juli 2020 | 14:49 WIB
Ajarkan Anak Nama Alat Kelamin, Sebaiknya Gunakan Bahasa Baku!
Ajarkan Anak Tentang Nama Alat Kelamin. (Shutterstock)

Suara.com - Pengenalan nama alat kelamin sebaiknya telah diberikan kepada anak sejak usia 15-18 bulan. Orangtua berperan penting dalam memberikan edukasi tersebut dan disarankan mengajarkan anak tentang alat kelamin menggunakan bahasa baku.

"Dianjurkan memperkenalkan alat kelamin dengan bahasa yang baku. Misal pada perempuan vagina, laki-laki penis," kata Ketua Satgas Perlindungan Anak Dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A(K) dalam siaran langsung melalui akun Instagram IDAI, Selasa (28/7/2020).

Eva menyampaikan, jangan hanya mengajarkan anak tentang alat kelamin menggunakan kata pengganti yang umum di masyarakat. Sebab hal itu akan berdampak pada sikap anak terhadap alat kelaminnya.

"Misalnya kata 'burung' untuk penis laki-laki. Kalau pakai bahasa itu, konotasinya kurang baik. Mereka jadi menganggap tidak penting," kata Eva.

Selain mengenalkan nama organ, Eva berpesan, anak juga harus diajarkan untuk tidak sembarangan membolehkan orang lain melihat dan menyentuh alat kelaminnya. Menurutnya, pemahaman itu bisa dimulai sejak anak berusia dua tahun.

"Selain itu juga diajarkan kalau membicarakan alat kelamin tidak boleh sembarangan, jangan di depan banyak orang. Jadi, edukasi sekalian ketika kita memperkenalkan organ kelaminnya," ujarnya.

Edukasi itu terus berjenjang, sampai anak usia tiga tahun disarankan tidak lagi mandi bersama dengan orangtua atau kakak adik yang berbeda jenis kelamin. Sebab, menurut Eva, usia anak tiga tahun biasanya sudah sadar dan penasaran dengan perbedaan organ tubuh yang ada pada dirinya dan orang lain.

"Mandi sendiri sudah harus dimulai sejak usia 3 tahun. Kemudian mandiri dari usia 4 tahun, dilakukan secara bertahap. Orangtua harus beri kesempatan untuk anak mencoba. Itu juga sekaligus mendidik bahwa kalau mandi organ privat akan terbuka, jadi hanya boleh dilihat orang tertentu saja," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Enam Hal Tentang Vagina yang Bisa Jadi Tidak Diketahui Para Wanita

Enam Hal Tentang Vagina yang Bisa Jadi Tidak Diketahui Para Wanita

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 21:10 WIB

Psikolog: Orangtua Harus Bilang Permisi Saat Pegang Area Sensitif Anak

Psikolog: Orangtua Harus Bilang Permisi Saat Pegang Area Sensitif Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 08:05 WIB

Dihargai Mahal, Seniman Ini Buat Lukisan Bermodal Payudara dan Alat Kelamin

Dihargai Mahal, Seniman Ini Buat Lukisan Bermodal Payudara dan Alat Kelamin

Lifestyle | Minggu, 05 April 2020 | 20:19 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB