Ketahui 4 Karakter Manusia yang Bisa Membantu Orangtua Memahami Anak

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 30 Juli 2020 | 11:03 WIB
Ketahui 4 Karakter Manusia yang Bisa Membantu Orangtua Memahami Anak
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua tak jarang kesulitan memahami karakteristik anaknya sendiri. Akibatnya, salah paham seringkali sulit dihindari.

Padahal menurut psikolog keluarga Ajeng Raviando, perlu adanya komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak. Untuk mencapai hal tersebut, orangtua perlu memahami karakter kepribadian anak.

"Sebenarnya ada empat karakter utama pada setiap orang. Tapi kepribadian ini akan berkembang seiring dengan pertumbuhan usia," kata Ajeng dalam webinar yang dilaksanakan Frisian Flag, ditulis Kamis (30/7/2020).

Ajeng mengatakan, dengan memahami karakter anak juga bisa membantu orangtua menentukan metode yang tepat untuk membantu anak belajar di rumah.

Ia memaparkan bahwa kepribadian secara umum manusia terbagi menjadi sanguinis, korelis, melankolis, dan plegmatis.

Tipe sanguinis, kata Ajeng, umumnya senang berbicara dan bercerita. Anak sanguinis cenderung memiliki sifat ramah dan ceria juga mengikuti informasi apa pun yang sedang hits.

Orangtua disarankan bisa mengimbanginya dengan cara mencari tahu sesuatu yang tengah digemari anak. Agar memiliki bahan pembicaraan yang selaras dan anak merasa orangtua memahaminya.

"Tapi kita harus kasih tahu anak harus berpikir dulu sebelum bicara. Karena saking menggebu-gebu jadi banyak yang diomongin. Ajarkan pola pembicaraan harus lebih sistematis. Jangan kebanyakan bicara tapi intinya gak tahu," jelas Ajeng.

Sementara tipe korelis memiliki sikap berani bicara dan mengungkapkan segala yang diinginkan dan dirasakan tanpa basa-basi.

Sehingga seringkali disebut memiliki bakat sebagai pemimpin. Meski begitu, menurut Ajeng, anak korelis cenderung suka memberi perintah dan agak kaku serta hanya ingin didengarkan sendiri.

Ajeng menyarankan, berbicara dengan anak dengan tipe korelis sebaiknya tidak perlu bertele-tele. Sebab hal tersebut justru membuat anak jengah.

"Kasih tahu aja langsung. Gak perlu mikir, langsung aja yang praktis, jangan dengan kalimat panjang. Tapi kita perlu mengajarkan gimana supaya anak bisa memiliki empati, fleksibel sebagai lawan bicara juga mendengarkan lawan bicara," ucapnya.

Ada juga tipe melankolis. Ajeng memaparkan bahwa anak cenderung teliti, logis, dan senang sedang permainan data. Sehingga wajar saja jika anak dengan tipe melankolis cenderung akan lama saat mengerjakan sesuatu.

"Tentunya melankolis perlu belajar bagaimana menjelaskan inti permasalahan. Inti yang membuat melankolis mengerjakan sesuatu jadi lama karena detil. Harus diasah untuk bagaimana mengemukakan pendapat," kata Ajeng.

Terakhir plegmatis. Ajeng menyampaikan,anak plegmatis memiliki sikap yang tenang, konsisten, tidak suka keributan, tapi acuh tak acuh dengan sekitarnya. Sehingga seringnya menghindari konflik agar ketenangannya tak terganggu.

"Kalau ada suatu kejadian di sekolah, dia tipe anak yang jadi penengah. Tapi tentu perlu mengajarkan berani bicara dan jangan takut salah," ujar Ajeng.

Menururnya, empat kepribadian itu tidak bersifat mutlak. Apalagi untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, kemungkinan perubahan karakter masih akan mungkin terjadi.

Setiap orang juga bisa saja memiliki campuran tipe kepribadian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikolog: Orangtua Galak Bikin Anak Tak Nyaman Belajar di Rumah!

Psikolog: Orangtua Galak Bikin Anak Tak Nyaman Belajar di Rumah!

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 22:08 WIB

Tes Kepribadian: Gambar Ini Ungkap Cara Berpikirmu

Tes Kepribadian: Gambar Ini Ungkap Cara Berpikirmu

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2020 | 06:50 WIB

Hal yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Anak Kembali ke Sekolah

Hal yang Perlu Diperhatikan Orangtua Saat Anak Kembali ke Sekolah

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 17:28 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB