Selain Perangi Covid-19, Alaska Harus Berhadapan dengan Wabah Sifilis

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Selain Perangi Covid-19, Alaska Harus Berhadapan dengan Wabah Sifilis
Ilustrasi salah satu pasangan terinfeksi sifilis (Shutterstock)

Penyakit menular seksual ini mayoritas terjadi pada pasangan heteroseksual.

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona yang sedang terjadi, Alaska juga harus menghadapi wabah lain, yaitu sifilis.

Menurut laporan Fox News, Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial negara bagian Amerika Serikat tersebut mengatakan penyakit menular seksual ini berada pada titik tertinggi sepanjang masa di Alaska.

Berdasarkan Buletin Epidemiologi Negara Alaska tentang sifilis, pada Kamis (30/7/2020) kemarin, jumlah kasusnya tercatat dua kali lipat dari tahun lalu.

Dari catatan buletin, mayoritas peningkatan kasus terjadi pada pria dan perempuan heteroseksual.

Pejabat setempat khawatir peningkatan kasus pada perempuan juga akan meningkatkan risiko penularan kepada bayi mereka.

Adelaide kena wabah sifilis [shutterstcok]
wabah sifilis [shutterstcok]

"Kami menggarisbawahi pentingnya skrining untuk PMS pada kunjungan prenatal awal, selama trimester ketiga, dan pada saat persalinan untuk mereka yang berisik," kata pejabat kesehatan.

Dr Joe McLaughlin, Epidemiolog Negara Alaska, mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat harus memerhatikan wabah lain selain memerangi pandemi Covid-19.

"Ini adalah pengingat bahwa saat kita memerangi pandemi COVID-19, ada wabah lain yang perlu perhatian kita," ujar McLaughlin.

Wabah sifilis di Alaska pertama kali tercatat pada 2018. Saat itu, 114 kasus dilaporkan. Namun pada 2019, jumlah kasus naik menjadi 242 atau meningkat meningkat 112 persen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS