Terbukti, Mandi Air Dingin Membuat Orang Lebih Produktif

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 03 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Terbukti, Mandi Air Dingin Membuat Orang Lebih Produktif
Ilustrasi mandi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Untuk memulai hari, mandi menjadi salah pilihan tepat untuk membuat pikiran dan tubuh lebih segar. Namun tahukah Anda, mandi air dingin rupanya lebih direkomendasikan untuk membuat seseorang lebih produktif.

Sebuah penelitian menemukan bahwa mandi air dingin di pagi hari dapat membuat Anda menyelesaikan pekerjaan seharian.

Dilansir dari Inc, pada bulan Januari, Bethany McDaniel, CEO dan pendiri Primally Pure, sebuah perusahaan perawatan kulit yang berbasis di Murrieta, California, mandi air dingin setiap hari setelah dia menemukan Metode Wim Hof.

Metode tersebut menggabungkan teknik pernapasan dan paparan suhu dingin untuk meningkatkan fokus dan tidur, di antara manfaat kesehatan lainnya.

Dimulai dengan mandi 20 detik di tempat terdingin, McDaniel perlahan-lahan bekerja hingga dua menit. Tujuh bulan kemudian, katanya, kebiasaan setiap harinya itu mendorongnya untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukannya.

Ilustrasi Mandi. (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi Mandi. (Pixabay/PublicDomainPictures)

"Ritual ini memberi saya mentalitas menyelam lebih dulu ke hal-hal ketimbang menunda-nunda," katanya. "Aku tidak pernah ingin mandi air dingin, tapi aku tetap melakukannya dan mentalitas ini membawa aspek-aspek lain dalam hidup dan bisnisku."

Dia pun mengatakan jika melewatkan mandi air dingin selama beberapa hari, hasilnya akan berbeda.

Dr. Ashwini Nadkarni, seorang psikiater dan instruktur asosiasi di Harvard Medical School, mengatakan paparan suhu rendah mengaktifkan sistem saraf simpatik dalam tubuh kita, yang mengendalikan respons kita secara tak sengaja terhadap situasi berbahaya atau stres.

"Karena kepadatan reseptor dingin di kulit, mandi air dingin juga dapat mengirim sejumlah impuls listrik dari saraf perifer ke otak, mengisi tubuh dan mengaktifkan kewaspadaan seseorang," katanya.

Nadkarni mencontohkan studi dari 2007 yang mengamati mandi air dingin setiap hari dalam hal depresi.

Para peserta diizinkan mandi air dingin di mana saja selama dua hingga tujuh menit, lalu secara bertahap meningkatkan waktu yang dihabiskan di udara dingin untuk membuat mereka terbiasa.

Penelitian dan Nadkarni mencatat bahwa manfaat terjadi setelah periode waktu yang lama, sehingga memperhatikan perbedaan dalam produktivitas Anda bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Selain itu, sebuah studi tahun 2016 terhadap pekerja yang mandi air dingin selama periode 30 hari, menemukan penurunan hampir 30 persen untuk jatuh sakit dan di saat yang sama terjadi peningkatan produktivitas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Manfaat Mandi Air Dingin, Salah Satunya Bikin Anda Jarang Sakit

6 Manfaat Mandi Air Dingin, Salah Satunya Bikin Anda Jarang Sakit

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 05:20 WIB

5 Rekomendasi Kegiatan Produktif untuk Kamu yang Bosan di Rumah

5 Rekomendasi Kegiatan Produktif untuk Kamu yang Bosan di Rumah

Your Say | Rabu, 15 Juli 2020 | 16:05 WIB

Lebih Baik Mandi Air Panas atau Dingin? Ketahui Manfaat Kesehatannya Dulu!

Lebih Baik Mandi Air Panas atau Dingin? Ketahui Manfaat Kesehatannya Dulu!

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 13:24 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB