Studi: Orang Kaya Tidur Malam Lebih Lama daripada Orang Miskin

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 03 Agustus 2020 | 13:02 WIB
Studi: Orang Kaya Tidur Malam Lebih Lama daripada Orang Miskin
Ilustrasi tidur (shutterstock)

Suara.com - Pola tidur seseorang tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh, tetapi juga banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah melakukan studi mengenai perbedaan pola tidur antara orang kaya dan orang miskin.

Mereka menemukan orang kaya rata-rata tidur lebih lama di malam hari daripada orang miskin. para peneliti di agensi tersebut mengirimkan survei kepada orang-orang di Amerika Serikat selama tahun 2011 hingga 2014.

Mereka menanyakan tentang kebiasaan tidur pada peserta. Hasilnya, dari sebanyak 140 ribu orang dewasa yang mengisi dan mengembalikan survei, 55 persen orang yang hidup pas atau di dekat garis kemiskinan memiliki waktu tiudr 7 hingga 8 jam di malam hari.

Sedangkan, 66,6 persen orang yang hidup di atas garis kemiskinan memiliki waktu tidur malam yang lebih panjang atau penuh. Tapi, garis kemiskinan di Amerika Serikat bervariasi menurut pendapatan dibandingkan ukuran keluarga.

Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)
Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)

Sayangnya dilansir dari Medical Xpress, para peneliti tidak menggali lebih dalam untuk menemukan penyebab orang kaya lebih banyak tidur malam daripada orang miskin.

Tetapi, kondisi ini mungkin terkait dengan jumlah jam orang harus bekerja dan jumlah pekerjaannya. Peneliti juga mencatat bahwa orang kaya memiliki lebih banyak bala bantuan dalam hal mengasuh anak dan rumah.

Orang kaya cenderung tinggal di akomodasi yang lebih mudah tidur, seperti lingkungan tenang dan tempat tidur yang nyaman.

Para peneliti juga tidak melihat dampak dari perbedaan tidur antara orang kaya dan orang miskin. Tak ada pula perbedaan dampak dari kurang tidur kronis pada orang yang hidup pas-pasan.

baca juga

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, depresi, obesitas, dan diabetes.

Ketika semua kondisi itu dikombinasikan dengan stres secara keseluruhan, maka seseoang berisiko menderita penyakit jantung, kanker, penurunan kualitas hidup hingga kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidur dengan Posisi Menyamping Ke Kiri Ternyata Baik untuk Kesehatan

Tidur dengan Posisi Menyamping Ke Kiri Ternyata Baik untuk Kesehatan

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 12:17 WIB

Dokter: Aroma Terapi Belum Terbukti Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Dokter: Aroma Terapi Belum Terbukti Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2020 | 23:56 WIB

Studi: Orang Kaya Tidur Lebih Cukup daripada Orang Miskin

Studi: Orang Kaya Tidur Lebih Cukup daripada Orang Miskin

Health | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

×