Biaya Cek Fungsi Ginjal di Rumah Sakit Terkini

Risna Halidi | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:18 WIB
Biaya Cek Fungsi Ginjal di Rumah Sakit Terkini
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Ginjal merupakan salah satu organ tubuh paling vital dari manusia. Dalam kondisi normal, manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang rongga perut (retroperitoneal).

Organ tersebut berfungsi untuk membuang zat sisa serta kelebihan cairan dari dalam darah. Selain itu, ginjal juga bekerja untuk menjaga keseimbangan kadar mineral dalam tubuh, serta membantu proses pembentukan vitamin D, sel darah merah, dan hormon yang mengatur tekanan darah.

Beberapa orang dengan masalah kesehatan seperti diabetes, sangat disarankan untuk rutin melakukan cek fungsi ginjal.

Jenis pemeriksaan ini memang akan membutuhkan biaya yang tak cukup sedikit, maka dari itu asuransi kesehatan dianggap penting untuk menjamin kesehatan fungsi ginjal. 

Lantas pertanyaannya sekarang, berapa sih biaya cek fungsi ginjal saat ini di rumah sakit pada umumnya?

Dikutip Suara.com dari lifepal, ditemukan bahwa biaya cek fungsi ginjal sangat bervariasi tergantung pada frekuensi dan jenis tes, serta rumah sakit penyelenggara.

Tentunya rumah sakit swasta akan jauh lebih mahal daripada rumah sakit disubsidi pemerintah seperti RSUD dan RSUP.

Rumah sakit swasta di Indonesia memiliki rentang biaya Rp 40 ribu hingga Rp 300 ribu untuk melakukan cek fungsi ginjal. Sementara di Malaysia, rentan biaya cek fungsi ginjal mulai Rp600 ribu.

Apabila anda berencana melakukan cek fungsi ginjal, sebaiknya menyiapkan uang 20%-30% lebih banyak dari harga di atas untuk berjaga-jaga.

Pemeriksaan sendiri dilakukan untuk melihat seberapa baik fungsi ginjal manusia. Selain itu, tindakan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada organ tersebut.

Dua elemen penting dari tubuh manusia yang akan digunakan untuk menunjang pemeriksaan ini adalah darah dan urine.

Petugas kesehatan akan membantu mengambil sampel darah dan urine yang nantinya diserahkan hasilnya setelah menjalani pemeriksaan di laboratorium.

Apa saja jenis-jenis pemeriksaan ginjal?

Seperti yang telah disampaikan pada penjelasan awal bahwa pemeriksaan ginjal dapat dilakukan secara rutin atau temporal. Temporal ini berarti hanya pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan ginjal yang dilakukan secara rutin meliputi:

  • Tes urine
  • Ureum darah
  • Glomerular filtration rate (GFR)
  • Kreatin darah

Adapun jenis pemeriksaan tambahan antara lain:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Mulai Gabungkan RS Milik BUMN

Erick Thohir Mulai Gabungkan RS Milik BUMN

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2020 | 13:10 WIB

Kepala Pusing Saat Berdiri Setelah Bangun Tidur, Benarkah Darah Rendah?

Kepala Pusing Saat Berdiri Setelah Bangun Tidur, Benarkah Darah Rendah?

Health | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:05 WIB

Risiko Orang Sakit Batu Ginjal Meningkat saat Cuaca Panas, Apa Sebabnya?

Risiko Orang Sakit Batu Ginjal Meningkat saat Cuaca Panas, Apa Sebabnya?

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:50 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB