Bingung Hadapi Anak Hiperaktif, Coba Bawa ke Psikolog, Bu!

Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:07 WIB
Bingung Hadapi Anak Hiperaktif, Coba Bawa ke Psikolog, Bu!
ilustrasi anak hiperaktif [shutterstock]

Suara.com - Anak-anak pada dasarnya memang tidak bisa diam, karena gemar mengeksplor dan mencoba hal-hal baru yang menurutnya menarik, tetapi  kalau sangat hiperaktif hingga sulit diajak fokus, bisa jadi itu gejala utama gangguan ADHD atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Masalahnya, beberapa orangtua mungkin akan kesulitan membedakan anak yang aktif biasa dengan anak hiperaktif.

"Agak sulit membedakan anak aktif dan hiperaktif. Untuk kita yakin membedakannya, pergi ke psikolog cari tahu anak masuk kategori apa," kata psikolog keluarga Nessi Purnomo M.Si dalam siaran langsung dengan Ayah & Bunda, Senin (10/8/2020).

Nessi menjelaskan, jika anak terbukti secara klinis mengalami hiperaktif, maka akan mendapatkan treatment secara khusus. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk melakukan konsultasi dengan psikolog.

Menurutnya, metode penanganan anak hiperaktif akan berbeda-beda tergantung dari kondisi sensorik aktifnya.

"Baiknya kalau gitu ke psikolog aja. Sekarang juga ada di puskesmas. Jadi bisa konsultasi untuk bertanya anak kita masuk ke kategori yang apa, lalu apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Sebelumnya, dr. Herbowo A. Soetomenggolo, Sp.A(K) menjelaskan bahwa salah satu gejala anak hiperaktif dengan ADHD, umumnya keaktifannya persisten atau terjadi terus menerus lebih dari 6 bulan.

"Hiperaktif adalah suatu gejala yang persisten, itu adalah satu gejala yang berlangsung lebih dari 6 bulan. Jadi, nggak berlangsung cuma sebulan," kata Herbowo.

Selain itu, hiperaktif anak juga akan terjadi di dua tempat atau lebih. Misalnya, kata dr. Herbowo, di sekolah selalu tidak bisa diam, di rumah juga berperilaku sama, begitu pula di tempat lain.

Baca Juga: Ibu Ini Punya Trik Jenius Membuat Tenang Anak dengan Gangguan Sensorik

"Kalau anak tidak bisa diam hanya di satu tempat saja, bisa jadi itu bukan karena hiperaktif, melainkan anak tersebut hanya aktif saja," ujarnya.

Nah, Bu, jangan bingung lagi ya menghadapi anak hiperaktif. Segera bawa ke psikolog untuk penanganan terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI