Orangtua Wajib Tahu, Ini Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif

Ririn Indriani, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 25 Juli 2020 | 09:37 WIB
Orangtua Wajib Tahu, Ini Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif
Ilustrasi anak terlalu aktif bergerak, waspada hiperaktif yang merupakan gejala utama ADHD. (Shutterstock)

Suara.com - Memiliki anak aktif bergerak orangtua pasti senang, tetapi perlu waspada bila anak terlalu aktif, karena bisa anak masuk kategori hiperaktif yang merupakan gejala utama gangguan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), atau dalam bahasa Indonesia disebut gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH).

Spesialis Anak dr. Herbowo A. Soetomenggolo, Sp.A(K) mengatakan, membedakan anak aktif dengan hiperaktif (ADHD) bisa dilihat dari gejala yang dialaminya.

Pada anak dengan ADHD, keaktifannya persisten atau terjadi terus menerus lebih dari 6 bulan.

"Hiperaktif adalah suatu gejala yang persisten, itu adalah satu gejala yang berlangsung lebih dari 6 bulan. Jadi, nggak berlangsung cuma sebulan," ujar Spesialis Anak dr. Herbowo A. Soetomenggolo, Sp.A(K), Jumat (24/7/2020).

Selain itu hiperaktif anak juga terjadi di dua tempat atau lebih. Misalnya, kata dr. Herbowo, di sekolah selalu tidak bisa diam, di rumah juga berperilaku sama, begitu pula di tempat lain.

"Kalau anak tidak bisa diam hanya di satu tempat saja, bisa jadi itu bukan karena hiperaktif, melainkan anak tersebut hanya aktif saja," tuturnya.

Selain itu, kata dr. Herbowo, anak dengan ADHD, hiperaktifnya terlihat sebelum menginjak usia 12 tahun.

"ADHD tidak bisa muncul ketika ia sudah dewasa, meskipun ada orang dewasa dengan ADHD biasanya gangguan ini sudah dimulai sejak kecil sebelum 12 tahun," imbuhnya.

Tak hanya itu, anak dengan ADHD juga sering menunjukkan gejala sulit fokus (inatensi), sehingga kalau diberi pertanyaan misalnya, jawaban anak tidak nyambung.

baca juga

Kondisi tersebut terjadi, karena anak menjawab apa yang terlintas di pikirannya. Jadi, bukan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan.

Gejala inatensi ini, tentu saja bisa menganggu proses belajarnya, menganggu hubungan sosial dengan teman dan orang lain, bahkan mengganggu kinerjanya saat dewasa.

"Kalau nggak menganggu namanya bukan GPPH bukan ADHD, harus menganggu sosial akademik, maupun pekerjaan, itu syaratnya, kalau bukan itu berarti namanya anak aktif," tutupnya.

Untuk diketahui, ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah.

Hingga saat ini, penyebab utama ADHD belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Main Fidget Spinner Baik untuk Anak ADHD?

Benarkah Main Fidget Spinner Baik untuk Anak ADHD?

Health | Selasa, 16 Mei 2017 | 14:02 WIB

Terlalu Lama Main Video Game Bikin Anak Hiperaktif

Terlalu Lama Main Video Game Bikin Anak Hiperaktif

Health | Kamis, 02 April 2015 | 15:58 WIB

Hati-Hati, Minuman Energi Bikin Anak Jadi Hiperaktif

Hati-Hati, Minuman Energi Bikin Anak Jadi Hiperaktif

Health | Rabu, 11 Februari 2015 | 12:50 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB