Ada Kasus di Pasar Basah Hong Kong, Ahli Sebut Bisa Terkait dengan Kucing

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:00 WIB
Ada Kasus di Pasar Basah Hong Kong, Ahli Sebut Bisa Terkait dengan Kucing
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Suara.com - Pada awal Agustus, 15 kasus infeksi virus corona baru tercatat di pasar Huang Hom dan Two Kwa Wan Hong Kong. Beberapa orang tersebut merupakan penjual ikan, penjual daging, dan petugas kebersihan.

Melansir dari The Sun, penasihat pemerintah Yuen Kwok-yong yang juga merupakan ahli mikrobiologi berasumsi bahwa wabah pasar di Hong Kong terkait dengan kucing dan tikus yang kelaparan.

"Virus itu bisa saja dibawa oleh kucing, tikus, dan kecoak, terutama karena kita semua tahu kucing suka ikan," kata Yuen Kwok-yong.

"Mereka mungkin lebih sering berkeliaran di sekitar stan-stan penjual seafood," imbuhnya.

Para pejabat Hong Kong khawatir infeksi yang bermula di pasar akan serupa dengan yang terjadi di Wuhan dan Beijing.

Ilustrasi Pasar Ikan. (Shutterstock)
Ilustrasi Pasar Ikan. (Shutterstock)

Sebelumnya pasar basah Huanan di Wuhan menjadi pusat persebaran kasus-kasus pertama virus corona pada bulan Desember.

Hingga setelah China mulai pulih, virus kembali menyerang pasar Xinfadi Beijing di mana orang yang pertama tertular dikaitkan dengan ikan. Setidaknya ada 335 infeksi lokal yang terkait dengan pasar Xinfandi.

Dalam hal ini daerah tempat makanan laut, daging, hingga domba yang dijual di pasar memiliki viral load virus corona lebih tinggi. Penjual makanan laut juga menunjukkan gejala lebih awal daripada penjual yang lain.

Meski berspekulasi penyebaran lewat kucing yang terinfeksi, namun Yuen menyatakan bahwa penularan paling mungkin berasal dari pengunjung terinfeksi yang tidak memiliki gejala.

Selain itu, cuaca yang dingin di sekitar pasar membuat virus bertahan lebih lama. Ia menyatakan bahwa virus dapat bertahan hidup di lingkungan dengan suhu 4 derajat celcius selama tujuh hari atau lebih.

"Virus bisa saja menetap di meja baja tahan karat di kios-kios hingga empat hari," kata Yuen seperti yang dikutip dari The Sun. Semua sampel permukaan di pasar mulai dari talenan, es dan air, serta timbangan dinyatakan negatif terinfeksi virus tersebut. Pasar basah Hong Kong juga tidak menjual daging hewan liar seperti di Wuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ridwan Kamil Curhat ke Jokowi: Jawa Barat Paling Rawan Virus Corona

Ridwan Kamil Curhat ke Jokowi: Jawa Barat Paling Rawan Virus Corona

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:04 WIB

Gubernur Sumsel Tak Mau Langsung Buka Sekolah saat Pandemi, Risiko Tinggi

Gubernur Sumsel Tak Mau Langsung Buka Sekolah saat Pandemi, Risiko Tinggi

News | Selasa, 11 Agustus 2020 | 11:58 WIB

Kabar Gembira, WHO Sebut Ada Puncak Harapan dalam Perang Melawan Covid-19

Kabar Gembira, WHO Sebut Ada Puncak Harapan dalam Perang Melawan Covid-19

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB