Ahli Sebut Banyaknya Pasien Covid-19 Asimptomatik Justru Baik, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 12 Agustus 2020 | 11:59 WIB
Ahli Sebut Banyaknya Pasien Covid-19 Asimptomatik Justru Baik, Kok Bisa?
Ilustrasi batuk (Shutterstock)

Suara.com - Sebagian besar orang yang terinfeksi virus corona tidak pernah menunjukkan gejala Covid-19. Penelitian sebelumnya memperingatkan bahwa pasien tanpa gejala atau asimptomatik mungkin faktor dari penyebaran virus corona.

Tetapi beberapa ahli mengatakan tingginya tingkat infeksi tanpa gejala adalah hal yang baik karena kemungkinan mereka memainkan peran kunci dalam mengakhiri pandemi.

Monica Gandhi, seorang spesialis penyakit menular di University of California di San Francisco, mengatakan lebih banyak infeksi tanpa gejala dapat memicu kekebalan kawanan atau herd immunity terhadap SARS-CoV-2.

Beberapa ahli mengatakan kekebalan kawanan sebagai senjata potensial untuk melawan pandemi virus corona. Tetapi strategi ini membutuhkan paparan virus terhadap sebagian populasi sehingga mereka mengembangkan kekebalan tubuh.

Hal ini, menurut para pendukung strategi herd immunity, akan memutus rantai penularan dan membantu mengurangi tingkat infeksi.

Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Ahli meyakini bahwa kekebalan kawanan dapat tercapai jika sekitar 60 persen populasi di suatu negara kebal terhadap virus corona jenis baru.

Sebaliknya, sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Science pada Juni 2020 menunjukkan herd immunity dapat dicapai dengan lebih sedikit orang, menunjukkan presentase ambang batas adalah 43 persen, bukan 60 persen lagi.

Tetapi, beberapa ahli berpendapat bahwa meski kekebalan kawanan tercapai, tidak ada jaminan tingkat antibodi pada setiap orang akan sama.

Sebab ada sebuah penelitian yang menemukan antibodi pada pasien Covid-19 yang sudah sembuh menurun tajam dalam dua hingga tiga bulan setelah terinfeksi.

baca juga

Namun, penelitian terhadap antibodi tidak berfokus pada sel T, yang lebih diandalkan pasien Covid-19 untuk sembuh.

Sel-sel ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan beberapa ilmuwan percaya bahwa kekebalan ini lebih penting dalam melawan infeksi.

Sebuah studi tentang virus corona dan sel T yang terbit di jurnal Cell pada pertengahan Mei menemukan sel T yang ada di 40 hingga 60 persen sampel darah lama bereaksi terhadap SARS-CoV-2.

Menurut peneliti respons ini kemungkinan berasal dari paparan virus corona yang menyebar sebelumnya, seperti SARS, MERS, atau viris corona pada flu biasa, lapor The Health Site.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 Asimptomatik Miliki Jumlah Virus Sama dengan yang Bergejala

Pasien Covid-19 Asimptomatik Miliki Jumlah Virus Sama dengan yang Bergejala

Health | Minggu, 09 Agustus 2020 | 10:26 WIB

Belajar dari Kasus Pria Asimtomatik, Jangan Sepelekan Physical Distancing

Belajar dari Kasus Pria Asimtomatik, Jangan Sepelekan Physical Distancing

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 12:04 WIB

30 Persen Kasus Covid-19 Berasal dari Penularan Asimptomatik, Apa Itu?

30 Persen Kasus Covid-19 Berasal dari Penularan Asimptomatik, Apa Itu?

Health | Senin, 06 April 2020 | 11:21 WIB

Terkini

Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Kebun Sawit

Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Kebun Sawit

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 11:58 WIB

5 Moisturizer untuk Mencegah Penuaan Dini di Usia 20-an, Mulai Rp40 Ribuan

5 Moisturizer untuk Mencegah Penuaan Dini di Usia 20-an, Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:43 WIB

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:29 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

×