Miris, 50 Persen Lebih Anak Indonesia Tak Dapat ASI Eksklusif

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:59 WIB
Miris, 50 Persen Lebih Anak Indonesia Tak Dapat ASI Eksklusif
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan terbukti menjadi asupan terbaik bagi bayi di awal masa kehidupannya. Tapi, anak yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah 50 persen.

Fakta itu diungkap Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyadur data Kemenkes RI. Ma'ruf lebih menjelaskan, bahwa itu artinya setengah anak Indonesia belum mendapatkan haknya untuk memperoleh makanan terbaik di 1000 hari pertama pertumbuhan.

"Artinya masih lebih dari setengah anak-anak Indonesia tidak memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI eksklusif," ungkap Ma'ruf dalam acara webinar Invest ASI Indonesia, Rabu (12/8/2020).

Padahal ASI eksklusif wajib diberikan selama 6 bulan tanpa terputus sejak anak terlahir, tanpa diberikan makanan apapun selain ASI. Alih-alih seperti anjuran Ma'ruf ASI tetap diberikan hingga 2 tahun dibarengi MPASI setelah 6 bulan.

Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

"Setelah lahir hampir semua organ tubuh terkait pertumbuhannya kecuali otak, hati, dan sistem imun yang masih berkembang setelah bayi dilahirkan. Pemberian ASI selama 6 bulan pertama adalah cara terbaik pemenuhan kebutuhan anak dalam rangka melanjutkan pertumbuhan otak, dan sistem imunnya," terang Ma'ruf.

Padahal 1000 hari pertama kelahiran, pertumbuhan anak harus benar-benar diperhatikan. Pada masa ini perkembangan kognitif atau kemampuan berpikir, pertumbuhan fisik, gerak motorik harus didorong agar tumbuh sempurna dan ASI membantu itu.

"Pemberian ASI juga akan membuat hubungan emosional antara ibu dan bayinya. Ketika pertumbuhannya optimal, maka kita akan memiliki generasi yang sehat, cerdas dan produktif, dia akan membawa Indonesia menjadi negara maju di masa yang akan datang," katanya.

Lewat pemberian ASI, prevalensi stunting atau kondisi gagal tumbuh secara fisik maupun otak juga bisa dikurangi. Mengingat Indonesia punya target mengurangi prevalensi stunting sebesar 14 persen di 2024 mendatang.

"Oleh karena itu pemberian ASI harus selalu didorong agar prevalensi stunting dapat segera diturunkan," tutupnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Baru, Proses Pasteurisasi Menonaktifkan Covid-19 dalam ASI

Studi Baru, Proses Pasteurisasi Menonaktifkan Covid-19 dalam ASI

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:28 WIB

Memberikan ASI pada Anak Juga Bisa Selamatkan Bumi, Kok Bisa?

Memberikan ASI pada Anak Juga Bisa Selamatkan Bumi, Kok Bisa?

Health | Selasa, 11 Agustus 2020 | 18:00 WIB

Survei: Hampir 60 Persen Ibu Alami Tekanan Mental Saat Menyusui

Survei: Hampir 60 Persen Ibu Alami Tekanan Mental Saat Menyusui

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 21:06 WIB

Terkini

iPad Gen 10 Sekarang Harganya Berapa? Cek Beda Harganya di Toko-toko Resmi

iPad Gen 10 Sekarang Harganya Berapa? Cek Beda Harganya di Toko-toko Resmi

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 13:23 WIB

Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang

Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan

Alasan Harga BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Shell Diesel Ikutan Tembus Rp25 Ribuan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Rp401 Miliar Dipamerkan, Siapa yang Membuat Nikel Bisa Keluar?

Rp401 Miliar Dipamerkan, Siapa yang Membuat Nikel Bisa Keluar?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Terjebak Lowongan jadi Satpam Bergaji Tinggi, 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Terjebak Lowongan jadi Satpam Bergaji Tinggi, 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:11 WIB

2 Rekomendasi Bedak Skintific untuk Mengunci Minyak dan Menyamarkan Pori

2 Rekomendasi Bedak Skintific untuk Mengunci Minyak dan Menyamarkan Pori

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 13:11 WIB

Film Medalist Tayang 19 Februari 2027, Trailer All-Japan Novice Dirilis

Film Medalist Tayang 19 Februari 2027, Trailer All-Japan Novice Dirilis

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:08 WIB

Kenapa Galaxy Watch9 Butuh 7 Malam? Ini Cara AI Membaca Pola Tubuh Pengguna

Kenapa Galaxy Watch9 Butuh 7 Malam? Ini Cara AI Membaca Pola Tubuh Pengguna

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 13:08 WIB

Info Intelijen RI: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga, Diimingi Gaji Besar

Info Intelijen RI: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga, Diimingi Gaji Besar

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:05 WIB

Kematian Warga Pejompongan dan Dugaan Kehadiran Hercules, Puan Minta Polisi Tak Ragu Usut

Kematian Warga Pejompongan dan Dugaan Kehadiran Hercules, Puan Minta Polisi Tak Ragu Usut

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:05 WIB

×