Jangan Langsung Dibuang, Masker N95 Bekas Masih Efektif Memblokir Virus

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2020 | 07:38 WIB
Jangan Langsung Dibuang, Masker N95 Bekas Masih Efektif Memblokir Virus
Masker N95 [shutterstock]

Suara.com - Beberapa negara sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengatasi kekurangan masker N95, jenis masker yang paling cocok untuk melindungi seseorang dari virus corona Covid-19.

Banyak tenaga medis yang harus memakai ulang masker tersebut meski ada pertanyaan tentang keefektifannya.

Namun, sebuah penelitian terbaru yang terbit dalam JAMA Internal Medicine pada Selasa (11/8/2020) menemukan bahwa masker N95 bekas dan kedaluwarsa mungkin sama efektifnya dengan yang baru.

Dalam studi tersebut, dilansir dari Business Insider, para peneliti di University of North Carolina, Chapel Hill, menguji kemampuan filtrasi dari 29 jenis masker wajah yang biasa digunakan di rumah sakit, termasuk N95 baru, kedaluwarsa, dan bekas, serta masker bedah.

Hasil penelitian menunjukkan, masker N95, bahkan yang kedaluwarsa dan masker yang pernah digunakan kemudian dibersihkan dan dipakai lagi, bekerja jauh lebih baik daripada masker bedah, menghalangi hampir semua partikel di udara.

Ilustrasi masker N95. (Unsplash)
Ilustrasi masker N95. (Unsplash)

Sedangkan masker bedah dengan tali pengikat juga memberi perlindungan lebih baik daripada jenis masker bedah dengan karet telinga. Penyebabnya mungkin karena lebih pas di wajah.

Penelitian ini tidak memasukkan masker kain atau non-medis lain karena fokus mereka adalah pada sistem perawatan kesehatan.

Untuk mengevaluasi setiap masker, peneliti mengisi sebuah ruangan dengan partikel garam aerosol yang kira-kira seukuran partikel kecil virus corona, kemudian mengirim sukarelawan untuk mengenakan masker itu.

Selama tiga menit berikutnya, relawan diminta mengulangi serangkaian gerakan yang dirancang untuk meniru tugas harian petugas kesehatan.

Seperti yang diharapkan, semua masker N95 (baru, digunakan sekali, dan kedaluwarsa) bekerja lebih baik daripada masker bedah.

Jenis Masker N95. (Pexels)
Jenis Masker N95. (Pexels)

Dalam setiap aktivitas, masker ini mampu memblokir lebih dari 95 persen partikel.

Faktanya, tidak ada N95 yang memblokir kurang dari 96,8% partikel, bahkan masker kedaluwarsa atau yang telah dibersihkan sekali dengan hidrogen peroksida dan etilen oksida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuci Masker N95 Ternyata Mesti di Rice Cooker agar Efektif Hilangkan Corona

Cuci Masker N95 Ternyata Mesti di Rice Cooker agar Efektif Hilangkan Corona

Health | Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:01 WIB

Filipina Buat Masker dari Serat Pohon Pisang, Diklaim Lebih Kuat dari N95

Filipina Buat Masker dari Serat Pohon Pisang, Diklaim Lebih Kuat dari N95

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 13:42 WIB

Ada Masker N95 Baru yang Dapat Digunakan Kembali Lho...

Ada Masker N95 Baru yang Dapat Digunakan Kembali Lho...

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:04 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB