49 Pegawai Kemenkes Positif Covid-19, Yurianto: Penularan Bukan di Kantor

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 13 Agustus 2020 | 20:16 WIB
49 Pegawai Kemenkes Positif Covid-19, Yurianto: Penularan Bukan di Kantor
Achmad Yurianto, eks Jubir Penanganan Covid-19 saat ditemui di kantor KPU RI. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Achmad Yurianto mengatakan 49 pegawai Kemenkes RI yang ditanyakan positif Covid-19 tidak tertular dari kegiatan di Kemenkes RI.

"Nggak rata-rata (penularannya) bukan dari kegiatan kantor," ujar Yurianto saat dihubungi Suara.com, Kamis (13/8/2020).

Puluhan pegawai ini memiliki sumber penularan yang berbeda-beda, mengingat mereka tidak berada di area gedung Kemenkes selama 24 jam penuh. Apalagi selama ini mereka pulang pergi, sehingga sumber penularan dari keluarga dan lingkungan masing-masing.

"Justru dari tracing itu, kita tahu penularannya tidak di kantor, pegawai Kemenkes kan banyak, dia punya rumah di Jakarta, Jabodetabek," terang Yurianto.

Bahkan dari beberapa tracing, kata Yurianto, pihak Kemenkes menemukan pegawainya adalah seorang istri yang tertular dari suaminya yang bekerja di kantor lain.

Tapi jika berdasarkan protokol, selama pandemi ini, Kemenkes menerapkan jumlah maksimal karyawan yang datang ke kantor hanya 50 persen dari kapasitas. Begitupun dengan berbagai pertemuan dan rapat, sebisa mungkin dilakukan secara virtual atau dari jarak jauh.

"Dari dulu kan kita sudah selalu membiasakan untuk video teleconference, tidak ada pertemuan fisik," tuturnya.

Mantan Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penangangan Covid-19 itu juga menceritakan bagaimana kronologi puluhan pegawai Kemenkes diketahui berstatus positif. hal itu lantaran di Kemenkes sendiri tersedia fasilitas pemeriksaan swab test bagi karyawannya.

"Kita rutin di kantor melaksanakan pemeriksaan swab, itu rutin dilakukan, ada fasilitas di kantor. Kalau kesiapan lab-nya, tiap hari siap, tapi yang melaksanakan pemeriksaan karyawan sendiri," papar Yurianto.

baca juga

"Karyawan langsung datang ke fasilitas, kayak kemarin dia tahu bahwa tetangganya positif, 'kayanya saya pernah kontak dekat', pas periksa positif juga ternyata," sambung Yurianto.

Orang positif tapi asimtomatik atau konfirmasi tanpa gejala ini yang menurut Yurianto berbahaya, karena ia bisa saja menyebarkan virus tanpa tahu di tubuhnya ada virus. Apesnya, jika terkena orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah, ia akan mengalami gejala yang berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bosan di Rumah Jadi Sebab Banyak Muncul Klaster Baru Virus Corona

Bosan di Rumah Jadi Sebab Banyak Muncul Klaster Baru Virus Corona

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 21:59 WIB

Cegah Tertular COVID-19, Lebih Aman Naik Mobil atau Sepeda Motor?

Cegah Tertular COVID-19, Lebih Aman Naik Mobil atau Sepeda Motor?

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:23 WIB

Minimalkan Risiko Penularan Covid-19, Restoran Ini Pakai Pelayan Virtual

Minimalkan Risiko Penularan Covid-19, Restoran Ini Pakai Pelayan Virtual

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:49 WIB

Terkini

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×