Kenapa Sering Kentut? Ini Penyebabnya

Rifan Aditya

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:07 WIB
Kenapa Sering Kentut? Ini Penyebabnya
Ilustrasi orang kentut. (Shutterstock)

Suara.com - Kentut merupakan hal normal yang dialami oleh semua orang. Tapi tahukah kalian penyebab kita kenapa sering kentut?

Di saat berada dalam kondisi serius dan tidak sengaja ketut di tempat umum, orang yang berada diseliling kita akan merasakan kehadiran bau yang membuat kita berujung pada perasaan malu.

Dalam sehari, orang akan mengalami ketut sekitar 15 kali. Kentut atau membuang gas adalah kondisi normal dan proses pencernaan dari aktivitas bakteri dalam saluran pencernaan.

Gas timbul terbentuk dari bakteri yang hidup di dalam usus dan berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan.

Selain itu, makanan dan minuman juga berpengaruh dalam bau yang ditimbulkan dari kentut. Bagaimana kondisi orang menjadi sering kentut setiap harinya? Simak penjelasan berikut ini.

1. Perubahan pola makan

Kentut yang terjadi terus menerus merupakan penyebab dari perubahan pola makan seperti orang yang sedang diet.

Awal mula dari aktivitas diet ini akan mengalami gangguan seperti sakit perut, diare, mual dan juga sering kentut. Tubuh mengalami penyesuaian dengan pola makan yang baru.

2. Mengonsumsi Makanan dan Minuman tertentu

baca juga

Jenis makanan dan minuman tertentu juga dapat memicu terjadinya gas lebih banyak dalam saluran pencernaan yang akan membuat sering kentut.

3. Sembelit

Sembelit juga dapat menyebabkan perut kembung dan memicu kentut. Saat sisa makanan menumpuk di usus besar, kotoran tersebut berfermentasi, dan melepaskan gas tambahan.

4. Gangguan Pencernaan

Beberapa penyebab dari gangguan pencernaan adalah timbulnya penyakit yang memicu kesehatan dalam pencernaan. Gangguan ini antara lain, diabetes, sindrom dumping, penyakit refluks lambung dan gastroparesis, radang usus, colitis ulserativa, penyakit crohn dan lain-lain.

5. Efek Obat

Antibiotik akan menambah bakteri tumbuh lebih banyak dalam usus. Bakteri ini akan memproduksi gas berlebihan di perut dan akan menjadi sering sendawa maupun kentut.

Selain mengindari makanan dan minuman yang dapat memproduksi gas yang berlebih, makanan secara perlahan juga akan mengurangi terjadinya sering kentut. Karena dengan mengunyang makanan maupun minum dalam kondisi yang teratur akan mengurangi banyak udara yang masuk dalam pencernaan. Menguyah dengan pelan akan membuat makanan lebih lembut dan mudah cerna dengan sempurna.

Dengan menghindari makanan yang menyebabkan gas berlebih akan mencegah terganggunya aktivitas sehari-hari karena sering kentut dan juga membuat penceraan lebih nyaman. Jika mengalami gangguan secara terus menerus disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sulit BAB Bisa Jadi Kekurangan Vitamin B12, ini Bedanya dengan Sembelit

Sulit BAB Bisa Jadi Kekurangan Vitamin B12, ini Bedanya dengan Sembelit

Health | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 18:01 WIB

Kenapa Kentut Tidak Berbunyi Cenderung Lebih Bau? Ahli Ungkap Faktanya

Kenapa Kentut Tidak Berbunyi Cenderung Lebih Bau? Ahli Ungkap Faktanya

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 19:05 WIB

Sering Kentut Lewat Vagina Saat Hubungan Seks, Bahayakah?

Sering Kentut Lewat Vagina Saat Hubungan Seks, Bahayakah?

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 19:15 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×