Meski Diragukan, Rusia Tetap Lakukan Proses Produksi Vaksin Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Minggu, 16 Agustus 2020 | 13:57 WIB
Meski Diragukan, Rusia Tetap Lakukan Proses Produksi Vaksin Covid-19
Vaksin corona (AFP)

Suara.com - Meskipun masih mengalami banyak kontroversi, vaksin Rusia tetap diproduksi. Hal ini dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan Rusia, pada Sabtu (15/8/2020) beberapa jam setelah vaksin memulai proses pembuatan. 

"Batch pertama dari vaksin virus corona baru yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya telah diproduksi," kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Rusia.

Vaksin itu disebut dengan Sputnik V yang dikembagan oleh lembaga penelitian Gamaleya untuk epidemiologi dan mikrobiologi di Moskow yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Melansir dari MedicalXpress, Presiden Vladimir Putin mengatakan vaksin itu aman, bahkan salah satu putrinya sendiri telah disuntik oleh vaksin tersebut. Padahal vaksin belum melalui uji klinis lengkap dan pengujian tahap akhir.

Pengujian tahap akhir sendiri baru akan dilakukan minggu ini yang melibatkan lebih dari 2.000 peserta. Kepala institut Gamaleya, Alexander Gintsburg mengatakan bahwa sukarelawan yang mengambil bagian dalam pengujian tahap akhir akan menjalani dua suntikan.

Dalam hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan banyak ilmuwan memperingatkan untuk berhati-hati dengan vaksin ini karena berbagai rangkaian pengujian yang belum selesai. Tetapi pihak Rusia malah mengecam kritik sebagai bentuk upaya untuk merusak penelitian mereka.

Peneliti menunjukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]
Peneliti menunjukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]

Rusia mengatakan bahwa produksi industri vaksin diharapkan akan dimulai pada September. Mereka juga berencana memproduksi 5 juta dosis per bulan pada Desember atau Januari mendatang.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan bahwa vaksin itu pertama-tama akan tersedia untuk petugas medis kemudian untuk masyarakat Rusia secara gratis.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Produksi, Vaksin Covid-19 Rusia Diluncurkan Akhir Agustus

Siap Produksi, Vaksin Covid-19 Rusia Diluncurkan Akhir Agustus

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2020 | 06:30 WIB

PM Narendra Modi: India akan Produksi Massal Vaksin Covid-19

PM Narendra Modi: India akan Produksi Massal Vaksin Covid-19

News | Minggu, 16 Agustus 2020 | 10:38 WIB

Seorang Gadis Tewas di Kamar Mandi, Diduga Tersengat Listrik dari Charger

Seorang Gadis Tewas di Kamar Mandi, Diduga Tersengat Listrik dari Charger

News | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:38 WIB

Terkini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Geger! Skandal Gratifikasi Seksual di PSSI-nya Korea, 23 Pejabat Diperiksa

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Niat Curhat ke Sahabat untuk Cari Ketenangan, Ujungnya Malah Jadi Adu Nasib

Niat Curhat ke Sahabat untuk Cari Ketenangan, Ujungnya Malah Jadi Adu Nasib

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:41 WIB

HUT ke-81 RI, Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Junjung Semangat Juang dan Sportivitas

HUT ke-81 RI, Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Junjung Semangat Juang dan Sportivitas

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:40 WIB

5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace

5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:40 WIB

×