Disebut Denial, Inilah Mengapa Masih Ada Orang Tidak Percaya Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 16 Agustus 2020 | 16:44 WIB
Disebut Denial, Inilah Mengapa Masih Ada Orang Tidak Percaya Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Banyaknya informasi mengenai Covid-19 membuat sekelompok orang justru merasa sangsi dengan mana yang benar dan tidak. Pada akhirnya mereka memilih untuk tidak menerima adanya pandemi virus corona.

Penyangkalan ini terwujud dalam banyak hal, seperti menolak memakai masker hingga tetap mengadakan atau menghadiri sebuah acara besar yang sulit melakukan jarak sosial.

Psikolog klinis Eve Whitmore yang bekerja di Stow, Ohio, mengatakan bahwa ini adalah perilaku denial.

"Denial adalah konstruksi yang digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan bagaimana orang menghadapi konstruksi realitas," tuturnya, dilansir CNN.

Ia menambahkan, para psikolog menyebut denial sebagai mekanisme pertahanan diri.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Sedangkan Mark Whitmore yang juga merupakan psikolog perkembangan dan profesor di College of Business Administration, Kent State University di Kent, Ohio, mengatakan perilaku ketidakpercayaan ini sebagai bentuk penolakan sebagai bentuk membela diri dari kecemasan.

"Ketika mereka berada dalam periode di mana ada banyak kecemasan dan itu dianggap sebagai ancaman, maka orang membangun strategi untuk melindungi diri, rasa aman dan keselamatan mereka," jelas Mark.

Menurutnya, salah satu caranya adalah menyangkal apapun sumber ancaman tersebut.

Dalam kasus ini, orang-orang membuat diri mereka menyangkal adalah wabah virus corona.

baca juga

Mereka mengatakan bahwa ini berhubungan dengan cara orang-orang bereaksi terhadap situasi.

Beberapa orang menghadapi situasi dengan stres dan kecemasan, sedangkan yang lainnya melakukan itu secara lebih berpikir positif dengan memikirkan bagaimana cara mereka menghadapinya.

Baik Eve maupun Mark, mengatakan bahwa perilaku ini tidak akan membantu orang-orang tersebut untuk beradaptasi dengan sumber ancaman.

"Ini sebenarnya dapat membuat mereka memiliki peluang lebih besar dari apapun yang mengancam itu. Dalam kasus pandemi, Anda bisa jatuh sakit," tambah mereka.

Sebab, kata mereka, orang-orang ini tidak mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Pandemi, 10 Ribu Pendaki Peringati HUT RI di Gunung Bawakaraeng

Meski Pandemi, 10 Ribu Pendaki Peringati HUT RI di Gunung Bawakaraeng

News | Minggu, 16 Agustus 2020 | 15:14 WIB

CDC: Seperempat Anak Muda Berpikir Ingin Bunuh Diri selama Pandemi

CDC: Seperempat Anak Muda Berpikir Ingin Bunuh Diri selama Pandemi

Health | Minggu, 16 Agustus 2020 | 13:42 WIB

Sedang Pandemi Gini, Bolehkah Investasi Jalan Terus?

Sedang Pandemi Gini, Bolehkah Investasi Jalan Terus?

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2020 | 12:03 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:07 WIB

×