Hits: Menggertakkan Gigi Saat Tidur, Arti Dahak Berwarna Hijau atau Kuning

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:41 WIB
Hits: Menggertakkan Gigi Saat Tidur, Arti Dahak Berwarna Hijau atau Kuning
Ilustrasi menggertakkan gigi. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda memiliki kebiasaan menggertakkan, menggesekkan, atau mengatupkan gigi saat tidur? Perilaku ini disebut bruxism, dan dianggap sebagai gangguan gerakan terkait tidur. Hati-hati. lho, karena orang yang menggertakkan gigi (brux) saat tidur lebih cenderung mengalami gangguan tidur lainnya, seperti mendengkur dan berhenti bernapas (sleep apnea).

Fakta lain yang juga harus Anda waspadai adalah terkait warna dahak. Saat tengah flu atau batuk, banyak orang sering mengeluarkan dahak dari tenggorokannya. Perhatikan warna dahak Anda. Jika warnanya hijau atau kuning, apa artinya?

Simak berita lengkapnya di bawah ini!

1. Punya Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur? Hati-Hati Komplikasi!

Ilustrasi anak mengidap bruxism (Shutterstock)
Ilustrasi anak mengidap bruxism (Shutterstock)

Apakah Anda memiliki kebiasaan menggertakkan, menggesekkan atau mengatupkan gigi saat tidur? Perilaku ini disebut bruxism. Berdasarkan Mayo Clinic, bruxism dianggap sebagai gangguan gerakan terkait tidur.

Orang yang mengatupkan atau menggertakkan gigi (brux) saat tidur lebih cenderung mengalami gangguan tidur lainnya, seperti mendengkur dan berhenti bernapas (sleep apnea).

Baca selengkapnya

2. Dahak Berwarna Hijau Atau Kuning, Waspadai Penyakit Berbahaya Ini

Ilustrasi perempuan menderita flu dan batuk. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan menderita flu dan batuk. (Shutterstock)

Saat tengah flu atau batukm banyak orang sering mengeluarkan dahak dari tenggorokannya. Dahak adalah sejenis lendir yang dibuat di dada Anda.

Seorang biasanya tidak mengeluarkan dahak dalam jumlah yang nyata kecuali jika Anda sedang pilek atau memiliki masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Baca selengkapnya

3. Saat Seks, Sistem Reproduksi Perempuan Bisa Membuang Sperma Tak Berkualitas

Ilustrasi sperma (shutterstock)
Ilustrasi sperma (shutterstock)

Dalam reproduksi, mungkin kebanyakan berpikir bahwa sperma yang berhasil membuahi induk adalah sperma berkualitas. Padahal bukan hanya karena itu, tapi sel-sel sperma yang masuk justru dipilih oleh bahan kimia dalam sistem reproduksi perempuan. 

Melansir dari CNN, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu (19/8/2020) menunjukkan bahwa seleksi masuknya sperma terjadi di serviks perempuan. Gerakan, kecepatan, dan kelangsungan hidup sperma dipengaruhi oleh tingkat kompatibilitas genetik antara lendir serviks perempuan dan sperma. 

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur? Hati-Hati Komplikasi!

Punya Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur? Hati-Hati Komplikasi!

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 19:46 WIB

Dahak Berwarna Hijau Atau Kuning, Waspadai Penyakit Berbahaya Ini

Dahak Berwarna Hijau Atau Kuning, Waspadai Penyakit Berbahaya Ini

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 19:45 WIB

Susunan Gigi Tak Rapi Bisa Dicegah Sejak Dini

Susunan Gigi Tak Rapi Bisa Dicegah Sejak Dini

Health | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 12:02 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB