Ahli Ragukan Efektivitas Terapi Plasma untuk Perawatan Pasien Covid-19

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 14:28 WIB
Ahli Ragukan Efektivitas Terapi Plasma untuk Perawatan Pasien Covid-19
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Suara.com - Terapi plasma darah, yang menggunakan darah dari mantan pasien Covid-19 diteliti dapat menjadi perawatan yang efektif. Sejauh ini terapi plasma pun menujukan hasil positif, di mana pasien Covid-19 penerima plasma darah mengalami perbaikan kondisi.

Namun demikian, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menunda persetujuan darurat mereka terkait penggunaan terapi plasma.

Seperti diberitakan The New York Times, dikatakan bahwa Anthony Fauci dan para pemimpin di Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, menyuarakan keraguan mereka terhadap plasma darah sebagai pengobatan yang menyelamatkan jiwa pasien Covid-19.

Mereka mengungkapkan keprihatinan atas data yang dihasilkan sejauh ini mengenai pengobatan terapi plasma.

Dilansir dari Medical Daily, Mayo Clinic merilis data pada 35.322 orang yang dirawat dalam uji coba terapi plasma. Meskipun data awal menunjukkan beberapa manfaat plasma dalam waktu tiga hari setelah infeksi, hal itu tetap menimbulkan kekhawatiran.

Pasien terapi plasma darah pertama di Turki berhasil sembuh. (Anadolu Agency/ Orhan Yoldas)
Pasien terapi plasma darah pertama di Turki berhasil sembuh. (Anadolu Agency/ Orhan Yoldas)

Sebab tiga hari adalah waktu yang sangat kecil untuk membawa plasma ke pasien dan plasma darah tidak dapat diproduksi, itu harus disumbangkan dari seseorang yang sembuh sendiri dari kasus Covid-19.

Sebagai perumpamaan, darah manusia itu seperti sup. Saat semua potongan besar dalam sup disaring, yang tersisa adalah kaldu yang kaya.

Dalam darah, kaldu ini adalah plasma dan diduga mengandung antibodi Covid-19 yang mungkin menyelamatkan jiwa. Setelah Anda terserang virus tertentu, tubuh Anda menyimpan ingatan tentang penyakit tersebut untuk membantu melawannya lagi.

Ingatan ini adalah antibodi. Teori mengenai plasma darah adalah bahwa memberikan pasien saat ini sup antibodi dari orang yang telah sembuh akan memungkinkan plasma menipu tubuh untuk melawan virus.

baca juga

Ada juga masalah yang lebih besar terkait terapi plasma. Sebagian besar uji coba plasma tidak memiliki kontrol. Dalam eksperimen ilmiah dan uji coba medis, kontrol adalah bagian penting untuk membuktikan hipotesis.

Meskipun FDA menunda otorisasi penggunaan darurat, bukan berarti bahwa terapi plasma tidak lagi tersedia. Otorisasi akan membuat penggunaan plasma lebih mudah, tetapi dokter masih dapat merawat pasien mereka dengan plasma jika mereka bisa mendapatkannya, karena kami menunggu lebih banyak data.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: India Teratas di Asia, 6 Menteri Terinfeksi

Update Covid-19 Global: India Teratas di Asia, 6 Menteri Terinfeksi

Health | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:52 WIB

Tak Disangka, Dua Hal Ini Disebut Berisiko Tularkan Virus Corona

Tak Disangka, Dua Hal Ini Disebut Berisiko Tularkan Virus Corona

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:15 WIB

Lebih Cepat Antisipasi, Gejala Covid-19 Bisa Diprediksi

Lebih Cepat Antisipasi, Gejala Covid-19 Bisa Diprediksi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal

Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Bukan Cuma Kulit, Otot Wajah Kini Jadi Perhatian dalam Perawatan Anti-Aging Wanita Paruh Baya

Bukan Cuma Kulit, Otot Wajah Kini Jadi Perhatian dalam Perawatan Anti-Aging Wanita Paruh Baya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Antrean BBM Bikin Macet, Pengelola SPBU di Pekanbaru Diminta Atur Kendaraan

Antrean BBM Bikin Macet, Pengelola SPBU di Pekanbaru Diminta Atur Kendaraan

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Buku Billy and the Hole: Tidak Semua Teman Layak Dituruti

Buku Billy and the Hole: Tidak Semua Teman Layak Dituruti

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi

Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Review Film Secret Zoo: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Ajang Pertunjukan

Review Film Secret Zoo: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Ajang Pertunjukan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung

Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:57 WIB

5 Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian Tanpa Kamper, Ampuh dan Aman

5 Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian Tanpa Kamper, Ampuh dan Aman

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Sinopsis Shaque: Trust no One, Series Misteri Parineeti Chopra di Netflix

Sinopsis Shaque: Trust no One, Series Misteri Parineeti Chopra di Netflix

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Chandra Asri, Diskominfo Jatim, dan PNM Terima Award LMS 2026

Chandra Asri, Diskominfo Jatim, dan PNM Terima Award LMS 2026

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×