Studi: Rutin Konsumsi Brokoli Bikin Terhindar Risiko Penyakit Jantung

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 15:05 WIB
Studi: Rutin Konsumsi Brokoli Bikin Terhindar Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi brokoli.

Suara.com - Salah satu sayuran yang kerap diberikan orangtua kepada sang anak ialah brokoli. Tapi, tidak banyak anak yang suka dengan sayuran yang satu ini.

Salah satu fakta yang tidak banyak diketahui, bahwa brokoli dan kubis bisa menjadi yang paling bermanfaat bagi kesehatan sejauh menyangkut pencegahan penyakit pembuluh darah lanjut. Demikian seperti dilansir dari Hea

Diterbitkan di British Journal of Nutrition, penelitian telah menemukan bahwa perempuan dewasa tua yang mengonsumsi sayuran cruciferous dalam jumlah yang lebih tinggi, seperti brokoli, kubis Brussel, dan kubis, memiliki risiko yang kecil terhadap penyakit pembuluh darah.

Kondisi ini berbeda jika dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit. Para peneliti dari ECU's School of Medical and Health Sciences dan The University of Western Australia, menggunakan data dari kohort 684 perempuan dewasa tua dari Australia Barat yang direkrut pada tahun 1998.

Ilustrasi makan brokoli. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi makan brokoli. (Sumber: Shutterstock)

Mereka menemukan bahwa orang yang makanannya mengandung lebih banyak sayuran cruciferous memiliki peluang lebih rendah untuk mengalami penumpukan kalsium yang ekstensif di aorta mereka. Penumpukan kalsium menjadi indikator utama untuk penyakit pembuluh darah struktural.

Tapi apa sebenarnya penyakit pembuluh darah itu? Ini adalah kondisi yang memengaruhi arteri dan vena kita.

Kondisi ini cenderung menurunkan aliran darah yang beredar ke seluruh tubuh. Ini bisa terjadi karena penumpukan lemak, timbunan kalsium di dinding bagian dalam pembuluh darah kita, seperti aorta. Hal itulah penyebab utama terjadinya serangan jantung atau stroke.

Inilah yang dikatakan para peneliti tentang sayuran silangan dan penyakit ini
Peneliti utama Dr Lauren Blekkenhorst mengatakan: "Dalam penelitian kami sebelumnya, kami mengidentifikasi mereka yang mengonsumsi lebih banyak sayuran ini memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami kejadian penyakit kardiovaskular klinis, seperti serangan jantung atau stroke."

Tetapi mereka tidak yakin mengapa . Temuan peneliti dari studi baru ini memberikan wawasan tentang mekanisme potensial yang terlibat. "

“Kami sekarang telah menemukan bahwa perempuan dewasa tua yang mengonsumsi sayuran cruciferous dalam jumlah yang lebih tinggi setiap hari memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami kalsifikasi ekstensif pada aorta mereka.

Salah satu unsur yang banyak ditemukan dalam sayuran silangan adalah vitamin K yang mungkin terlibat dalam menghambat proses pengapuran yang terjadi di pembuluh darah kita, ”tambahnya.

Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

Dr Blekkenhorst juga mengatakan bahwa wanita dalam penelitian ini yang mengonsumsi lebih dari 45 gram sayuran cruciferous setiap hari, 46 persen lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki penumpukan kalsium yang ekstensif di aorta mereka dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sedikit atau tidak sama sekali. sayuran silangan setiap hari.

“Itu tidak berarti bahwa satu-satunya sayuran yang harus kita makan adalah brokoli, kubis, dan kubis Brussel. Kita harus makan berbagai macam sayuran setiap hari untuk kesehatan dan kesejahteraan yang baik secara keseluruhan, ”kata Dr Blekkenhorst.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Mati Suri karena Serangan Jantung, Pria Ini Ungkap Kisah Luar Biasa

Sempat Mati Suri karena Serangan Jantung, Pria Ini Ungkap Kisah Luar Biasa

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 12:43 WIB

Cek Gejala Serangan Jantung, Perhatikan Pola Tidur Anda!

Cek Gejala Serangan Jantung, Perhatikan Pola Tidur Anda!

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 13:58 WIB

Kisah Romeo dari Italia, Bercinta Ribuan Kali Sampai Akhirnya Mati

Kisah Romeo dari Italia, Bercinta Ribuan Kali Sampai Akhirnya Mati

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:46 WIB

Terkini

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB