Viral Bocah Sempoyongan Tenggak Miras, Ini Pertolongan Pertamanya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 24 Agustus 2020 | 13:57 WIB
Viral Bocah Sempoyongan Tenggak Miras, Ini Pertolongan Pertamanya
Ilustrasi minuman keras (Shutterstock).

Suara.com - Warganet sempat dibuat geram dengan beredarnya video yang menunjukan seorang anak kisaran usia lima tahun diberi minuman keras (miras) hingga tubuhnya sempoyongan. Bocah laki-laki dalam video nampak tiga kali disodorkan miras hingga ia nyaris terjungkal. 

Minuman berakohol memang berbahaya jika dikonsumsi anak-anak. Tubuh mereka yang masih dalam masa pertumbuhan juga belum berfungsi optimal seperti orang dewasa untuk menangkal racun atau bahan berbahaya yang masuk.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Farid Amansyah Sp.PD menyampaikan, pertolongan pertama yang sebaiknya dilakukan jika anak terlanjur menegak miras sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Apalagi jika kondisi anak sudah tidak sadarkan diri.

"Yang penting secepatnya di bawa ke rumah sakit. Gak ada yang bisa kita lakukan macam-macam di rumah. Karena kalau misalnya gak sadar, kalau kita masukan sesuatu ke mulut, hidung, malah ada risiko nanti cairan masuk ke paru-paru. Misalnya susu atau cairan yang lain," jelas Farid saat dihubungi suara.com, Senin (24/8/2020). 

Bocah dicekoki minuman keras. (Instagram/@viralterkini99)
Bocah dicekoki minuman keras. (Instagram/@viralterkini99)

Alih-alih ingin memberikan pertolongan pertama, memberikan cairan lain pada anak yang tak sadarkan diri akibat miras justru berisiko menambah kerusakan organ tubuh, tutur Farid. 

Namun jika anak masih sadarkan diri, bisa diberikan minum air mineral atau apa pun yang tersedia. Untuk mendorong agar alkohol yang tertelan bisa dikeluarkan kembali. 

"Intinya diminumkan aja. Gak harus air kelapa, yang ada aja. Paling tidak supaya dia bisa dikeluarkan lagi," ujarnya.

Farid menjelaskan, penanganan medis perlu segera dilakukan agar dampak miras pada organ anak tidak menjadi jangka panjang. Sebab bahan kimia yang terkandung didalamnya, terutama metanol, berisiko merusak hati juga ginjal bahkan bisa menyebabkan kebutaan. 

"Kalau menyebabkan gangguan hati atau ginjal tergantung saat perawatan. Kalau bisa membaik, alhamdulillah. Tapi kalau ternyata dirawat gak sembuh, terlanjur sudah ada kerusakan, pasti ada efek jangka panjang. Kalau livernya rusak bisa jadi sirosis. Apalagi kalau rusak ginjal bisa potensi suatu saat sampai cuci darah," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Balita Dicekoki Miras, Dokter: Bisa Buta Sampai Meninggal Dunia!

Viral Balita Dicekoki Miras, Dokter: Bisa Buta Sampai Meninggal Dunia!

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 13:33 WIB

Cekoki Miras ke Balita, Dua Pemuda Sulsel Langsung Ditangkap

Cekoki Miras ke Balita, Dua Pemuda Sulsel Langsung Ditangkap

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 12:50 WIB

Viral Bocah Dicekoki Dugaan Miras, Dampaknya Bisa Sampai ke Fungsi Otak!

Viral Bocah Dicekoki Dugaan Miras, Dampaknya Bisa Sampai ke Fungsi Otak!

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 06:35 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB