Kenali 3 Kondisi Langka Ini, Penderita Punya Daya Ingat dan Kekuatan Super

Irwan Febri Rialdi | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 24 Agustus 2020 | 16:04 WIB
Kenali 3 Kondisi Langka Ini, Penderita Punya Daya Ingat dan Kekuatan Super
Ilustrasi otot kuat. (Shutterstock)

Suara.com - Kondisi kesehatan yang langka pada umumnya membuat tubuh menjadi lebih lemah. Namun, beberapa kelainan langka malah membuat penderitanya mirip tokoh di film-film fiksi ilmiah.

Dihimpun dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa kelainan langka yang memberikan 'kekuatan' super pada para penderitanya, antara lain:

Hyperthymesia

Kondisi hyperthymesia juga sering kali disebut dengan highly superior autobiographical memory (HSAM). Melansir dari Medical News Today, sebuah studi 2017 menyatakan bahwa penderita hyperthymesia dapat dengan akurat dan mudah mengingat banyak detail tentang peristiwa yang telah terjadi dalam hidup mereka. Bahkan mereka akan mengingat tanggal hingga jam pasti kejadian yang telah lama terjadi.

Detail ini dapat mencakup informasi rumit tentang pengalaman sebelumnya. Menurut Jamaicah Hospital, di dunia baru tercatat sehitar 61 orang yang mengalami kelainan ini.

Orang dengan HSAM kemungkinan besar memproses ingatan jangka pendek dengan cara yang mirip dengan kebanyakan orang lain. Namun, orang-orang ini memiliki ingatan jangka panjang yang jauh lebih baik.

ilustrasi anak jenius

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyebab hyperthymesia mungkin bersifat biologis, genetik, atau psikologis. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang menyebabkan hyperthymesia.

Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA)

Orang dengan CIPA tidak akan merasakan sakit meskipun dipukul atau ditusuk sekalipun. Hal ini yang membuat mereka sering kali mengalami patah tulang hingga cidera parah tanpa diketahui.

Mereka bahkan bisa melukai bibir dengan tidak sengaja menggigitnya terlalu keras karena tidak merasakan nyeri.

Melansir dari laman resmi National Institute of Health Amerika (NIH), orang dengan CIPA tidak mampu merasakan nyeri, suhu, dan penurunan keringat.

Selain tak mampu merasakan nyeri, mereka juga cenderung memiliki kulit yang lebih tebal dan kasar di telapak tangan dan kuku. Setengah dari orang-orang yang mengalami CIPA memiliki gejala hiperaktik atau ketidakstabilan emosi.

Di seluruh dunia, penderita CIPA yang terdeteksi hanya mencapai 300 orang.

Myostatin-Related Muscle Hypertrophy

Melansir dari laman resmi NIH, Myostatin-Related Muscle Hypertrophy adalah kondisi kesehatan langka yang ditandai dengan berkurangnya lemak tubuh dan peningkatan ukuran otot dengan sendirinya. Individu dengan kondisi ini memiliki massa otot dua kali lipat dari jumlah biasa di tubuh mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik, Lelaki Ini Sembuh dari Penyakit Langka Berkat Transplantasi Tinja

Unik, Lelaki Ini Sembuh dari Penyakit Langka Berkat Transplantasi Tinja

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2020 | 10:00 WIB

Virus Corona Bisa Picu Rhabdomyolysis, Kondisi Langka dari Radang Sendi

Virus Corona Bisa Picu Rhabdomyolysis, Kondisi Langka dari Radang Sendi

Health | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:07 WIB

Musim Panas, Penyakit Langka AFM Mengintai Anak Saat Pandemi

Musim Panas, Penyakit Langka AFM Mengintai Anak Saat Pandemi

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:51 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB