Studi: Susu Kedelai Dinilai Jadi Susu Nabati Terbaik!

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 11:39 WIB
Studi: Susu Kedelai Dinilai Jadi Susu Nabati Terbaik!
Ilustrasi susu. (Shutterstock)

Suara.com - Susu nabati menjadi pilihan banyak orang yang intoleran dengan susu sapi. Tahukah Anda? sebuah penelitian tahun 2018 menemukan bahwa susu kedelai menempati urutan teratas susu alternatif.

Penelitian yang diplubikasikan dalam Journal of Food Science and Technology, membandingkan profil nutrisi dari empat susu "alternatif" yang populer, yakni susu almond, beras, kedelai, dan kelapa.

Dilansir dari Time, para peneliti yang berasal dari McGill University di Kanada ini ingin mengetahui kebenaran klaim susu nabati yang sering kali dipasarkan sebagai alternatif yang sehat.

Kata para peneliti, susu sapi masih menjadi sumber protein, lemak dan karbohidrat yang paling lengkap dan seimbang.

Susu sapi, dibandingkan dengan susu alternatif, mengandung sekitar 158 kalori per 8 ons sajian, bersama dengan 8 gram protein, 9 gram lemak (5,5 di antaranya lemak jenuh), dan 11,5 gram karbohidrat. Ini adalah komposisi yang mirip dengan ASI manusia.

Susu kedelai, pilihan alternatif yang populer selama lebih dari empat dekade, ditemukan paling sebanding dengan susu sapi dalam hal keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.

Susu kedelai juga memiliki protein tertinggi dari semua pilihan susu alternatif yang dipelajari, dengan sekitar 7 sampai 12 gram (dan sekitar 95 kalori) per porsi 8 ons.

Di sisi lain, susu almond rendah kalori (sekitar 36 per porsi) dan kaya asam lemak tak jenuh tunggal. Mendapatkan lebih banyak lemak sehat ini mungkin bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan manajemen berat badan, penulis menulis, dan mereka juga telah terbukti mengurangi LDL (kolesterol buruk).

Tapi sayangnya, susu almond juga rendah protein dan karbohidrat, membuatnya kurang bergizi dibandingkan susu sapi atau kedelai.

Sedangkan susu kelapa tidak memiliki protein. Meskipun rendah kalori (sekitar 45 per porsi), sebagian besar energi itu berasal dari lemak jenuh. Sisi positifnya, laporan tersebut menyatakan, meminum minuman jenis ini telah dikaitkan dengan peningkatan HDL (kolesterol baik) dan penurunan kolesterol LDL.

Kemudian, susu beras dengan rasa manis dapat menjadi alternatif bagi orang yang alergi terhadap kedelai dan almond, tetapi berkalori tinggi (133 per porsi) dan relatif rendah nutrisi bermanfaat.

Penelitian menunjukkan bahwa "konsumsi susu beras sebagai alternatif susu sapi tanpa perawatan yang tepat dapat menyebabkan malnutrisi," tulis para penulis, "terutama dalam kasus bayi.

"Sangat jelas bahwa susu kedelai bergizi adalah alternatif terbaik untuk menggantikan susu sapi dalam makanan manusia," tulis peneliti menyimpulkan dalam makalah mereka.

Namun, mereka mengakui bahwa lebih banyak orang dapat menikmati rasa susu almond. Mereka yang memilih yang terakhir harus memastikan mendapatkan nutrisi penting yang cukup, seperti karbohidrat dan protein, melalui sumber lain dalam makanan mereka, tulis mereka.

Jadi jika Anda mencari pengganti susu sapi dengan kandungan nutrisi yang mendekati, maka susu kedelai adalah pilihan tepat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Susu Kedelai, dari Menyehatkan Tulang hingga Jantung

5 Manfaat Susu Kedelai, dari Menyehatkan Tulang hingga Jantung

Health | Rabu, 26 Agustus 2020 | 08:04 WIB

Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan Lebih Banyak Dibanding Sapi

Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan Lebih Banyak Dibanding Sapi

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 20:43 WIB

Hal yang Dapat Memengaruhi Kualitas Susu Sapi, Apa Saja Ya?

Hal yang Dapat Memengaruhi Kualitas Susu Sapi, Apa Saja Ya?

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB