5 Masalah dalam Menerapkan Protokol Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 10:16 WIB
5 Masalah dalam Menerapkan Protokol Kesehatan dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi pakai masker. (Pexels)

Suara.com - Penerapan protokol kesehatan kini menjadi bagian dari aktivitas harian. Orang-orang perlu memakai masker saat berada di ruang publik, rajin cuci tangan hingga menerapkan jarak fisik.

Meski begitu, banyak orang masih mengalami ketidaknyamanan dalam menerapkan protokol kesehatan. Beberapa hal mengganggu seperti kacamata berembun saat memakai masker pun dapat membuat jengkel.

Seperti dilansir dari USA Today, berikut masalah saat menerapkan protokol kesehatan yang membuat jengkel, sekaligus dengan cara mengatasinya.

1. Kacamata berembun

Hal ini kerap dialami pengguna kacamata. Sebab ketika memakai kacamata dan masker, kelembapan dari masker terdesak naik mengenai kacamata. Inilah yang membuatnya berembun.

Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

Kuncinya sebenarnya ada di jenis masker yang sedang dipakai. "Masker dengan penahan kawat di bagian atas, seperti masker bedah, lebih baik karena Anda bisa mendapatkan segel yang lebih rapat di bagian atas agar kelembaban tidak naik," kata Christopher Clark, dosen di Indiana University School of Optometry.

Terlepas dari masker Anda memiliki penahan kawat atau tidak, cara terbaik untuk memakai masker agar tidak menimbulkan embun adalah membentuk dan merapatkannya dulu ke wajah, baru memakai kacamata. Jika perlu, bawa selalu penyeka kacamata.

2. Jerawat

Ketika masker bergesekan dengan kulit, itu dapat menyebabkan jerawat, kata Lawrence Mark, seorang profesor dermatologi di Indiana University.

Iritasi ini, atau mekanisme jerawat, dapat menyebabkan gangguan pada folikel rambut di mana kelenjar minyak Anda berada dan menyebabkan "maskne".

Salah satu cara untuk mencegah folikel rambut tersumbat adalah dengan menggunakan pembersih wajah yang baik dan pelembap. Pastikan untuk cari produk pelembap ringan sehingga tidak menyumbat pori-pori.

Sering mencuci masker dari kain juga bisa membantu. Jadi, meski masker wajah bisa menyebabkan jerawat, itu bukan alasan untuk tidak memakainya.

3. Masker sering bergeser

Jika masker wajah Anda terus jatuh di bawah hidung, itu tandanya masker Anda terlalu longgar. Ini berarti perlu diganti.

Solusi tercepat dan termudah untuk menyiasatinya adalah dengan membuat simpul pada loop telinga masker yang terlalu besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LG Bikin Masker Berkipas Pendingin

LG Bikin Masker Berkipas Pendingin

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:15 WIB

Pakai Masker Bisa Sebabkan Mata Kering, ini Sebabnya

Pakai Masker Bisa Sebabkan Mata Kering, ini Sebabnya

Health | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:30 WIB

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Tempat Hiburan di Sleman Terancam Ditutup

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Tempat Hiburan di Sleman Terancam Ditutup

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 17:40 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB