Lakukan 2 Jam Seminggu, Terapi ini Bisa Jadi Solusi Gangguan Kecemasan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 31 Agustus 2020 | 07:05 WIB
Lakukan 2 Jam Seminggu, Terapi ini Bisa Jadi Solusi Gangguan Kecemasan
Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi menemukan bahwa ada satu terapi yang disebut bisa meredakan gejala Generalized Anxiety Disorder atau gangguan kecemasan. Studi tersebut telah dilaporkan dalam JAMA Psychiatry.

Terapi ini disebut dengan cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi kognitif dan perilaku. CBT dinyatakan mampu menekan gangguan kecemasan jika dilakukan dua jam dalam seminggu. 

Studi tersebut membandingkan terapi kognitif dan perilaku (CBT), yoga Kundalini, dan pendidikan manajemen stres standar berdasarkan keefektifannya dalam mengurangi kecemasan.

Melansir dari India Times, CBT disebut sebagai bentuk pengobatan yang paling efektif, diikuti dengan yoga, dan kemudian manajemen stres.

Studi tersebut menemukan orang yang berlatih yoga mengalami penurunan gejala kecemasan hingga 54 persen, orang yang melakukan pendidikan manajemen stres memperbaiki gejala mereka hingga 33 persen. Sementara dengan CBT, orang dapat memperbaiki gejala kecemasan secara signifikan, yakni mencapai 71 persen. 

Melansir dari Hello Sehat, CBT merupakan salah satu bentuk dari psikoterapi. CBT sendiri bertujuan untuk melatih cara berpikir dan bertindak.  Dalam CBT terapis akan mengajak klien untuk menyadari pola pikir yang salah kemudian membentuk pola pikir baru. 

Ilustrasi gangguan jiwa [shutterstock]
Ilustrasi gangguan kecemasan [shutterstock]

Gangguan kecemasan sendiri sering ditandai dengan kekhawatiran terus-menerus dan berlebihan tentang banyak hal dan memengaruhi aktivitas. 

"Rasa cemas bermasalah ketika hal itu menciptakan pikiran cemas kronis, sikap depresi, atau perasaan tidak dapat bergerak," tutur Carla Manly, PhD , seorang psikolog klinis di Sonoma County, California, seperti yang dikutip dari Health.

Meski begitu, bukan perkara mudah untuk mengetahui bahwa kecemasan tersebut adalah sebuah bentuk gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Tentu saja, hal seperti itu harus dibantu ahli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianggap Membesarkan Manfaat Terapi Plasma Darah, Kepala FDA Minta Maaf

Dianggap Membesarkan Manfaat Terapi Plasma Darah, Kepala FDA Minta Maaf

Health | Rabu, 26 Agustus 2020 | 12:23 WIB

Teknik Perawatan Berusia 100 Tahun, Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19

Teknik Perawatan Berusia 100 Tahun, Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2020 | 08:39 WIB

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Apa Itu Gangguan Psikologis

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Apa Itu Gangguan Psikologis

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:40 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB