Jika Lambat Terdiagnosis, Meningitis Bisa Sebabkan Respon Otak Anak Menurun

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 01 September 2020 | 17:49 WIB
Jika Lambat Terdiagnosis, Meningitis Bisa Sebabkan Respon Otak Anak Menurun
Ilustrasi pasien anak dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Meningitis atau radang selaput otak merupakan salah satu penyakit yang sangat membahayakan jiwa. Apalagi, banyak masyarakat yang kerap salah mengira bahwa penyakit tersebut laiknya flu biasa karena memiliki gejala umum seperti demam dan sakit kepala.

Dokter Spesialis Anak dr. Attila Dewanti, Sp.A(K) mengingatkan bahwa radang selaput otak harus cepat ditangani dan dikenali. 

"Gejalanya biasanya panas tinggi, rewel gak mau makan, dalam hitungan 24 jam jadi lemas, leher kaku gak bisa ditekukkin, kemungkinan bisa jadi kejang. Habis kejang biasanya anak gak sadar, kalau udah ada kejang itu kita curiga ada meningitis," ujar dr. Attila dalam LIVE IG @kenapaharusvaksin, Selasa (1/9/2020).

Dalam kasus radang otak parah, risiko kematian bisa sampai 15 persen jika tidak segera mendapatkan penanganganan dari rumah sakit. Bukan hanya itu, dr. Attila juga mengungkapkan bagaimana penyakit yang menyerang otak tersebut dapat menyisakan masalah lain seperti tuli dan respon otak yang melambat.

"Tadinya pintar, jadi kurang pintar karena terbelakang, otaknya terkena infeksi, dia menjadi lumpuh. Karena menyerang saraf motorik mungkin bisa menjadi lumpuh. Atau kejang-kejang karena infeksi menyerang bagian otak tertentu," jelas dr. Attila.

Dokter yang berpraktik di RS Ibu dan Anak Brawijaya Kebayoran Baru itu menenangkan, anak yang otaknya terganggu akibat penyakit tersebut, gerak motorik dan responnya akan melambat. Tetapi masalah itu juga bisa diatasi dengan terapi.

"Kita harus bisa sabar, gak mungkin terapi satu hingga dua bulan sembuh itu gak mungkin kita harus sabar, dan harus lakukan terapi terus menerus setiap hari harus diulang," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi, Ahli Lebih Khawatir Anak-Anak Terkena Campak Daripada Covid-19

Pandemi, Ahli Lebih Khawatir Anak-Anak Terkena Campak Daripada Covid-19

Health | Selasa, 01 September 2020 | 17:21 WIB

Kak Seto Rekomendasikan Mantan Istri Ke-2 Laporkan Ayah Atta Halilintar

Kak Seto Rekomendasikan Mantan Istri Ke-2 Laporkan Ayah Atta Halilintar

Entertainment | Selasa, 01 September 2020 | 16:33 WIB

Studi: Konsumsi Makanan Rendah Glikemik Bisa Meringankan Jerawat

Studi: Konsumsi Makanan Rendah Glikemik Bisa Meringankan Jerawat

Health | Selasa, 01 September 2020 | 16:27 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB