Video Simulasi Buktikan Face Shield Tidak Efektif Cegah Penularan Covid-19

Rabu, 02 September 2020 | 11:07 WIB
Video Simulasi Buktikan Face Shield Tidak Efektif Cegah Penularan Covid-19
Ilustrasi Face Shield. (Unsplash)

Suara.com - Banyak orang memilih menggunakan face shield daripada masker lantaran kepraktisan yang ditawarkannya. Dengan face shield, ekspresi wajah akan terlihat jelas, suara tidak teredam, dan pastinya napas tak sesak seperti halnya memakai masker.

Padahal, hanya memakai face shield tanpa masker sangatlah tidak dianjurkan. Sebuah video simulasi dipublikasikan untuk menggambarkan bagaimana face shield tidak mencegah penyebaran Covid-19. Visualisasi itu memperlihatkan, memang benar face shield bisa mencegah tetesan droplet dari luar atau dari si pemakai, tapi sayangnya droplet kecil bisa dengan mudah bergerak melalui samping kanan dan kiri, serta bagian atas dan bawah face shield, hingga akhirnya menyebar di dalam ruangan.

Visualisasi untuk penelitian ini diterbitkan Jurnal Physics of Fluids, pada Selasa (1/9/2020). Video ini dibuat dalam bentuk simulasi batuk menggunakan inframerah. Dalam video terlihat uap berwarna hijau yang digambarkan sebagai droplet.

Orang disimulasikan dengan kepala manekin yang dihubungkan ke mesin uap dari air dan gliserin. Lalu, mulut manekin akan mengeluarkan uap saat pompa bekerja seolah orang yang sedang batuk, maupun saat berbicara normal.

Saat manekin batuk menggunakan face shield, memang droplet akan berbelok ke bawah. Tapi beberapa saat kemudian tetesan droplet yang kecil akan melayang ke udara dan menyebar ke berbagai sisi sejauh 0,9 meter ke depan dan ke samping manekin. Bahkan di beberapa kasus, tetesan juga menyebar ke belakang, bukan ke depan.

"Simulasi ini menunjukkan bahwa face shield dan masker dengan katup mungkin tidak seefektif masker wajah biasa dalam membatasi penyebaran tetesan aerosol," terang peneliti, mengutip Live Science, Rabu (2/9/2020).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sendiri tidak merekomendasikan face shield dan masker dengan katup sebagai alternatif masker kain biasa. Ini karena kurangnya bukti yang menunjukkan keefektifan dua benda ini untuk memblokir droplet.

Karena banyak yang menganggap face shield lebih nyaman digunakan dalam waktu lama, lantas terbangun wacana para siswa diperbolehkan kembali ke sekolah dan universitas dengan memakai face shield. Namun setelahnya, para ahli mengkritisi dengan menyebutkan bahwa face shield tidaklah seefektif itu.

"Tetapi bagaimana jika perlindung face shield ini tidak seefektif itu? Pada dasarnya banyak orang akan ditempatkan dalam ruang sempit dengan tetesan droplet yang semakin banyak dari waktu ke waktu, dan berpotensi membuat penularan," terang peneliti utama Siddhartha Verma, Asisten Profesor Florida Atlantic University's, Sekolah Tinggi Teknik dan Ilmu Komputer.

Baca Juga: Cara Membuat Face Shield dengan Peralatan Sederhana di Rumah

Video simulasi pemakaian face shield bisa Anda lihat di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI