Luna Maya Alami Cedera Patah Tulang Metatarsal, Kondisi Apa Itu?

Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 02 September 2020 | 12:14 WIB
Luna Maya Alami Cedera Patah Tulang Metatarsal, Kondisi Apa Itu?
Aktris Luna Maya berpose didepan kamera saat ditemui di Kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin (24/8). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Luna Maya diketahui tengah mengalami masalah patah tulang metatarsal atau metatarsal fracture. Hal tersebut diketahui berkat unggahan penyanyi Ari Lasso di Instagram pribadi miliknya.

"GWS Kak @lunamaya yang lagi cedera metatarsal fracture. Dikarenakan kisah dan kejadian yang kurang keren LOL," tulis Ari Lasso. Hanya saja, Ari Lasso tidak menjelaskan secara mendetail mengenai penyebab Luna Maya sampai mengalami cedera yang cukup parah.

Unggahan Ari Lasso [Instagram/@ari_lasso]
Unggahan Ari Lasso [Instagram/@ari_lasso]

Metatarsal sendiri merupakan tulang panjang yang berada di kaki yang menghubungkan pergelangan kaki ke jari-jari kaki. Jumlah tulang metatarsal ada lima pada setiap kaki.

Sementara dikutip Suara.com dari physio-pedia.com, metatarsal fracture atau patah tulang metatarsal adalah patah tulang lengkap atau tidak lengkap pada salah satu dari lima tulang metatarsal di setiap kaki. Tulang tipis panjang ini terletak di antara jari kaki dan pergelangan kaki (antara tulang tarsal di kaki belakang dan falang di kaki depan).

Ditulis, cedera metatarsal sering terjadi pada kondisi akut dan kronis. Cedera metatarsal juga merupakan kondisi paling umum dari patah tulang di kerangka manusia. Kondisi cedera ini sangat umum pada atlet terutama pada pelari.

Patah tulang metatarsal dapat terjadi baik karena trauma langsung maupun tidak langsung. Trauma langsung sering terjadi pada pekerja industri yang tertiban benda berat jatuh di kaki. Sementara trauma tidak langsung terjadi ketika kaki belakang terpelintir sementara kaki depan tetap pada posisi.

Masih dikutip dari sumber yang sama, patah tulang metatarsal terjadi karena cedera supinasi sebesar 48 persen; jatuh dari ketinggian sebesar 26 persen; dan cedera akibat benturan sebesar 12 persen.

Beberapa gejala terjadinya patah tulang metatarsal adalah adanya pembengkakan yang menyakitkan
bagian trapje yang teraba serta yeri tekanan aksial. Pasien metatarsal fracture seperti Luna Maya mengeluhkan nyeri saat untuk berdiri dan menahan beban. Kaki depan bengkak dan adanya risiko dislokasi jari kaki tambahan. 

Untuk mengatasinya, pasien perlu melakukan sesi terapi dengan durasi pengobatan tergantung pada lokasi dan jenis fraktur. Hari-hari pertama terapi penyembuhan adalah mendapatkan istirahat, dikompres dengan es dan yang paling penting, pengobatan sampai pembengkakan stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luna Maya Alami Cedera Patah Tulang Metatarsal

Luna Maya Alami Cedera Patah Tulang Metatarsal

Entertainment | Rabu, 02 September 2020 | 09:49 WIB

Risiko Masalah Kesehatan Jika Terlalu Sering Pakai High Heels

Risiko Masalah Kesehatan Jika Terlalu Sering Pakai High Heels

Health | Selasa, 01 September 2020 | 14:25 WIB

Ngeri, Pria Ini Punya Fetish Kaki Berkaos Kaki Hingga Tuduh Korban Disihir

Ngeri, Pria Ini Punya Fetish Kaki Berkaos Kaki Hingga Tuduh Korban Disihir

Jogja | Senin, 31 Agustus 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB