Awas, Pria Gemuk Lebih Berisiko Meninggal Karena Kanker Prostat

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 02 September 2020 | 20:05 WIB
Awas, Pria Gemuk Lebih Berisiko Meninggal Karena Kanker Prostat
Ilustrasi lelaki berperut lebar. (Shutterstock)

Suara.com - Berat badan berlebih seringkali dikaitkan dengan beberapa penyakit berbahaya. Kini menurut sebuah penelitian terbaru, pria dengan pinggang yang lebih besar atau gemuk memiliki risiko tinggi untuk meninggal akibat kanker prostat.

Fakta itu berdasarkan sebuah penelitian terhadap lebih dari 200.000 pria di Inggris.

Para peneliti dari Cancer Epidemiology Unit, Nuffield Department of Population Health, di University of Oxford, merekrut 218.225 pria bebas kanker antara usia 40 dan 69 tahun.

Mereka memantau kesehatan pria itu selama rata-rata 10 tahun.

Peneliti melihat data yang mencakup BMI, persentase lemak tubuh total, lingkar pinggang, dan rasio pinggang-pinggul. Demikian seperti dilansir dari Metro UK. 

Selama periode ini, 571 pria meninggal karena kanker prostat. Peneliti menemukan bahwa pria yang memiliki lingkar pinggang di atas 25 persenatau lebih dari 103cm atau 40, 35 persen lebih mungkin meninggal karena kanker prostat.

Ilustrasi masalah prostat. [Shutterstock]
Ilustrasi masalah prostat. [Shutterstock]

Ini berbeda dengan mereka yang memiliki lingkar pinggang di bawah 25 persen atau kurang dari 90cm atau 35 inci.

Sementara itu, mereka yang berada di 25 persen teratas untuk rasio pinggang-pinggul, ukuran lain tentang bagaimana lemak terletak di sekitar bagian tengah, 34 persen lebih mungkin meninggal daripada pria di bawah 25 persen.

Para peneliti menemukan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara BMI atau persentase lemak total dengan risiko.

baca juga

Dr Aurora Perez-Cornago, yang memimpin penelitian, mengatakan: "Kami menemukan hubungan yang signifikan antara konsentrasi lemak tubuh di sekitar perut dan pinggang dan risiko kematian akibat kanker prostat, tetapi tidak jelas hubungan antara lemak tubuh total dan risiko kematian akibat kanker prostat.

Namun, sejumlah besar kasus dalam penelitian ini bersama dengan penelitian pada populasi lain diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

"BMI yang tinggi meningkatkan risiko penyakit lain, termasuk jenis kanker lainnya, jadi orang harus mempertimbangkan implikasi dari kelebihan lemak tubuh dimanapun itu ditemukan di dalam tubuh. kata Dr Perez-Cornago.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang yang Makan setelah Jam 6 Sore Lebih Cenderung Gemuk, Ini Sebabnya!

Orang yang Makan setelah Jam 6 Sore Lebih Cenderung Gemuk, Ini Sebabnya!

Health | Selasa, 01 September 2020 | 15:16 WIB

Waduh! Vaksin Covid-19 Disebut Kurang Efektif Orang Bertubuh Gemuk

Waduh! Vaksin Covid-19 Disebut Kurang Efektif Orang Bertubuh Gemuk

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2020 | 16:30 WIB

Parah, SPG Merek Fashion Ini Diduga Tidak Boleh Makan Malam dan Jadi Gemuk

Parah, SPG Merek Fashion Ini Diduga Tidak Boleh Makan Malam dan Jadi Gemuk

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×