Melahirkan Bikin Vagina Jadi Longgar, Mitos atau Fakta?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 02 September 2020 | 22:25 WIB
Melahirkan Bikin Vagina Jadi Longgar, Mitos atau Fakta?
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Proses melahirkan membawa banyak perubahan pada tubuh. Mulai dari bentuk tubuh, payudara, hingga vagina sekalipun. Ada sebuah anggapan di masyarakat bahwa perempuan yang telah melahirkan akan memiliki organ intim yang lebih longgar.

Ini lantaran peregangan yang terjadi pada saat melahirkan. Tapi, benarkah anggapan tersebut?

Dilansir dari Very Well Family, vagina perempuan meregang saat melahirkan agar bisa membiarkan bayi melewati jalan lahir. Satu studi menemukan bahwa otot dasar panggul yang terlibat selama kelahiran dapat meregang lebih dari tiga kali lipat dari jumlah normalnya.

Vagina dirancang untuk meregang dan menampung bayi. Setelah melahirkan, jaringan biasanya akan menyusut kembali ke keadaan sebelum hamil.

Ilustrasi ibu melahirkan. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ibu melahirkan. (Sumber: Shutterstock)

Vagina mungkin menjadi lebih longgar setelah melahirkan karena otot dasar panggul di sekitar vagina menjadi teregang. Perubahan ini bisa lebih terlihat berdasarkan beberapa faktor, seperti seberapa besar bayi Anda, komplikasi apa pun selama persalinan, dan berapa banyak bayi yang sudah Anda lahirkan.

Berlatih latihan dasar panggul seperti Kegels dapat membantu memperkuat dasar panggul pasca melahirkan.

Sebagian besar perubahan pada tampilan vulva dan lubang vagina yang dapat terjadi setelah kehamilan hanya bersifat sementara. Melahirkan dapat menyebabkan pembengkakan atau perubahan warna akibat kehamilan atau proses melahirkan.

Pembengkakan dan perubahan warna dapat terjadi baik saat menjalani operasi caesar atau persalinan pervaginam, karena hormon kehamilan. Bergantung pada seberapa banyak persalinan yang telah Anda lalui, proses persalinan itu sendiri dapat menyebabkan pembengkakan.

Peregangan, dan robekan dapat terjadi di sekitar lubang vagina. Cedera ini akan sembuh dengan sedikit waktu. Meskipun lebih jarang terjadi daripada sebelumnya, episiotomi terkadang diperlukan untuk membantu memberi ruang bagi bayi.

Episiotomi adalah saat dokter atau bidan membuat sayatan kecil di perineum (kulit yang menghubungkan anus ke lubang vagina) untuk memberi lebih banyak ruang bagi bayi untuk melewatinya.

Secara umum, episiotomi sembuh dalam waktu sekitar tiga hingga enam minggu dan dalam beberapa kasus, dapat meninggalkan bekas luka. Jumlah jaringan parut akan tergantung pada seberapa banyak perineum yang terlibat dan cedera lain pada jaringan tersebut.

Jaringan parut ini biasanya tidak terlihat dan tidak memengaruhi penampilan atau fungsi vagina Anda.

Secara umum, fungsi vagina Anda tidak akan berubah akibat kehamilan atau persalinan. Namun, terkadang otot dasar panggul yang mengontrol vagina terpengaruh.

Otot-otot ini mengelilingi dan menopang kandung kemih dan vagina, sehingga bisa cedera atau melemah saat lahir atau karena tekanan kehamilan. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada otot dasar panggul dapat menyebabkan komplikasi seperti disfungsi kandung kemih atau prolaps rahim.

Salah satu masalah paling umum yang dialami perempuan setelah melahirkan, misalnya, adalah inkontinensia urin. Beberapa perempuan menemukan bahwa mereka mengeluarkan air seni, terutama dengan aktivitas berat, seperti melompat atau bersin. Ini biasa terjadi, tetapi tidak normal. atau tidak bisa diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Lahiran Caesar di atas Usia 35 Tahun, dan Berita Populer Lainnya

Risiko Lahiran Caesar di atas Usia 35 Tahun, dan Berita Populer Lainnya

Health | Rabu, 02 September 2020 | 19:37 WIB

Akhirnya Punya Anak Lelaki, Andhika Pratama Jadikan Tantangan

Akhirnya Punya Anak Lelaki, Andhika Pratama Jadikan Tantangan

Entertainment | Rabu, 02 September 2020 | 12:15 WIB

Perempuan Mesti Tahu, Ini Bahaya Vagina Terlalu Steril

Perempuan Mesti Tahu, Ini Bahaya Vagina Terlalu Steril

Health | Kamis, 27 Agustus 2020 | 22:45 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB