Perayaan Hari Kesehatan Seksual Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Jum'at, 04 September 2020 | 14:09 WIB
Perayaan Hari Kesehatan Seksual Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?
Ilustrasi pasangan konsultasi ke dokter. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap tanggal 4 September, dunia memeringati Hari Kesehatan Seksual Sedunia atau World Sexual Health Day (WSHD). Perayaan ini dikelola oleh Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual atau World Association for Sexual Health (WAS).

Dilansir dari laman Time and Date, ini adalah sebuah organisasi advokasi global yang berkomitmen untuk mempromosikan praktik terbaik dalam kesehatan seksual.

"Pada 2010, WAS memanggil semua organisasi mereka untuk merayakan, pada 4 September, Hari Kesehatan Seksual Sedunia (WSHD) dalam upaya untuk mempromosikan kesadaran sosial yang lebih besar tentang kesehatan seksual di seluruh dunia," tulis WAS dalam laman resminya.

WSHD pertama yang dirayakan bertajuk "Mari Kita Bicarakan!" untuk mulai mematahkan ketakutan dan pantangan seputar seksualitas.

Hari Kesehatan Seksual Sedunia telah dirayakan di 60 negara dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari diskusi meja bundar hingga konferensi dan pameran seni.

Ilustrasi pelayanan kesehatan seksual. (Shutterstock)
Ilustrasi pelayanan kesehatan seksual. (Shutterstock)

Kegiatan-kegiatan mereka juga melibatkan sekolah, media, rumah sakit, perpustakaan, universitas, hingga ruang seni, dalam mempromosikan kesehatan seksual.

"WAS ingin memastikan bahwa masalah kesehatan seksual dibahas di mana-mana," sambung mereka.

Tahun lalu, tema yang diusung adalah "Pendidikan Seksualitas untuk Semua: Jembatan menuju Kesehatan Seksual'. Kali ini, mengutip dari laman resmi WHO, tema yang dipilih adalah "Kesenangan Seksual di Zaman Covid-19".

Dengan tema ini, WAS berharap orang-orang memiliki pengalaman seksual yang menyenangkan dan aman, bebas dari paksaan, diskriminasi dan kekerasan.

Baca Juga: Catat Nih, 5 Makanan yang Bisa Dongkrak Gairah Seksual

"Kesehatan seksual, jika dilihat secara afirmatif, membutuhkan pendekatan yang positif dan menghargai terhadap seksualitas dan hubungan seksual," tulis WHO.

Menurut mereka, ini sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan individu, baik pasangan maupun keluarga secara keseluruhan serta bagi perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat dan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI