Awas, Infeksi Usus Terlalu Lama Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 10 September 2020 | 13:41 WIB
Awas, Infeksi Usus Terlalu Lama Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19
Ilustrasi sakit perut, infeksi usus (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa menyebabkan dampak jangka panjang pada jantung, saluran pernapasan hingga infeksi usus yang berkepanjangan.

Sebelumnya, virus corona Covid-19 telah diyakini bisa memengaruhi organ vital, termasuk saluran pencernaan dan fungsi usus.

Kini, gejala fungsi usus yang tidak seimbang bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Berdasarkan temuan terbaru, pasien virus corona Covid-19 bisa mengalami infeksi usus, meskipun tanpa gejala awal gastrointestinal.

Penemuan ini juga berarti bahwa ada kemungkinan yang lebih tinggi dari virus secara aktif bereplikasi di saluran pencernaan. Bahkan bisa mencapai saluran udara setelah dibersihkan.

Penelitian yang terbit dalam jurnal ilmiah GUT oleh ahli dari Chinese University of Hong Kong dilansir dari Times of India, mengatakan bahwa temuan itu bisa memberikan sedikit lebih banyak prognosis ke dalam pengobatan dan mengidentifikasi gajala yang perlu diwaspadai pasien.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Ilmuwan Hong Kong mendasarkan penelitian mereka pada fakta bahwa penularan virus corona Covid-19 bisa melalui tinja atau kotoran manusia.

Pada penelitian ini, sampel tinja dari 73 pasien yang dirawat di rumah sakit dianalisis di provinsi Guangdong, China. Setelah dianalisis, penelitian menemukan lebih dari 40 pasien memiliki jejak virus di tinja.

Pada sampel positif ini, gejala 15 pasien dianalisis dan dipelajari secara rinci. Mereka mengamati bahwa semua pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi usus aktif, meskipun tidak mual, diare atau penyakit gastrointestinal lainnya.

Lebih mengejutkannya lagi, pasien ini masih terus mengeluarkan virus beberapa hari setelah hasil tes negatif di saluran pernapasan.

Sebanyak 3 dari 15 pasien ini terus menyebarkan virus dan memiliki beban aktif hampir 6 hari setelah tes sampel pernapasan negatif untuk Covid-19.

Meski sudah diketahui virus corona Covid-19 bisa menyebabkan konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan secara keseluruhan, studi baru merupakan indikasi jelas bahwa sampel pernapasan mungkin bukan indikator terbaik dari infeksi virus. Tingkat kadar virus dalam tinja dan oral juga bertanggung jawab atas penularan virus.

Sebuah studi baru-baru ini juga menemukan bahwa tanda-tanda infeksi usus juga terlihat pada anak-anak dan bisa melepaskannya selama lebih dari 3 minggu.

Jika temuan ini akurat, para ilmuwan percaya bahwa fungsi usus juga berkaitan kuat dengan kesehatan kekebalan tubuh. Mengeksplorasi obat atau perawatan yang mendukung fungsi mikroba usus harus diprioritaskan, terutama pada kasus Covid-19 yang parah.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa tes feses selain tes usap pernapasan tradisional dapat menjadi indikator yang jelas dari penularan Covid-19.

Usus memiliki tempat khusus untuk melawan infeksi dalam sistem. Mikrobioma usus memiliki banyak aksi pertahanan untuk melawan virus, jamur, bakteri dan juga membantu respon imun aktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat, Sudah 300.000 Orang Meninggal karena Covid-19 di Amerika Selatan

Gawat, Sudah 300.000 Orang Meninggal karena Covid-19 di Amerika Selatan

Health | Kamis, 10 September 2020 | 11:54 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Inggris Larang Berkumpul Lebih dari 6 Orang!

Kasus Covid-19 Meningkat, Inggris Larang Berkumpul Lebih dari 6 Orang!

Health | Kamis, 10 September 2020 | 09:55 WIB

Uni Eropa Klaim Vaksin Covid-19 akan Tersedia November 2020!

Uni Eropa Klaim Vaksin Covid-19 akan Tersedia November 2020!

Health | Kamis, 10 September 2020 | 09:28 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB