Dirut Prodia: Virus Corona Sangat Infeksius, Pemeriksaannya Perlu SDM Ahli

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 10 September 2020 | 14:14 WIB
Dirut Prodia: Virus Corona Sangat Infeksius, Pemeriksaannya Perlu SDM Ahli
Petugas mencatat sampel peserta test PCR, Selasa (5/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Infeksi Covid-19 di Indonesia sudah tembus lebih dari 200.000 kasus. Namun dicurigai, angka yang sesungguhnya lebih besar dari ini. Hal ini lantaran masih terbatasnya pemeriksaan virus corona di Indonesia.

Per 9 September 2020, ada lebih dari 92.000 orang dikategorikan suspek, namun kapasitas pemeriksaan PCR di Indonesia masih di bawah 30.000 per hari. Artinya, tidak semua suspek bisa dilakukan pemeriksaan.

Selain alat dan mesin yang terbatas, kapasitas SDM atau tenaga ahli yang mampu melakukan pemeriksaan PCR juga terbatas. Kemampuan melakukan PCR sebagai metode menegakkan diagnosis Covid-19 sangat penting, karena salah-salah mereka bisa ikut terinfeksi.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan virus corona penyebab sakit Covid-19 sangat infeksius. Sebagai laboratorium klinik yang sudah berkutat sekian lama dengan virus, Dewi mengatakan virus corona ini harus diperiksa dengan cermat dan berhati-hati.

"Virus Covid-19 ini berbeda, sangat infeksius dan harus berhati-hati saat pemeriksaanya, harus aman yang lakukan pemeriksaan, dan harus aman dari kontaminasi. Jadi tidak boleh sampel yang dikerjakan terkontaminasi dengan sampel lainnya, itu sangat dijaga," ujar Dewi dalam acara pengenalan Cobas 6800 System untuk memeriksa Covid-19, Kamis (10/9/2020).

Dewi menjelaskan proses krusial dari pemeriksaan tes PCR dengan cara manual ada pada proses pemindahan sampel yang diambil dari pasien harus dimasukkan ke dalam tabung pemeriksaan, dan itu bisa sangat berbahaya jika tidak punya kemampuan untuk melakukannya.

Oleh karena itu, proses ini biasanya dilakukan di laboratorium bio safety level (BSL) II atau BSL III yang punya fasilitas tekanan negatif, sehingga virus dan patogen tidak beterbangan yang bisa berpotensi menginfeksi petugas yang memeriksa.

"Lebih sulit sulit kalau menggunakan sistem manual, karena semua prosedur itu dilakukan oleh manusia. Tentunya penjagaannya harus diawasi terus menerus," jelasnya.

Namun kini semakin berkembangnya teknologi, untuk memeriksa Covid-19, banyak negara di dunia mengembangkan mesin yang dapat menggantikan tugas memindahkan sampel, sehingga petugas tak perlu lagi melakukannya secara manual. Semua bisa dilakukan dengan mesin sehingga mendapatkan hasil lebih cepat.

baca juga

Mesin tersebut bernama Cobas 6800 System, dan saat ini sudah dimiliki oleh Prodia, sebagai klinik pertama Indonesia yang memilikinya. Sebelumnya, mesin ini lebih dulu diutamakan untuk laboratorium milik pemerintah, karena kebutuhan pemeriksaan cepat di masyarakat. Jika sebelumnya Prodia memiliki 20 tenaga ahli yang punya kemampuan tes manual PCR, dengan mesin ini, cukup seorang tenaga ahli bisa melakukan proses pemeriksaan Covid-19 dari awal hingga akhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjuangan Petugas Medis Mengurus Jenazah Pasien Covid-19

Perjuangan Petugas Medis Mengurus Jenazah Pasien Covid-19

Foto | Kamis, 10 September 2020 | 14:11 WIB

Positif Covid-19 Meroket, MUI Ingatkan Pentingnya Protokol Ibadah

Positif Covid-19 Meroket, MUI Ingatkan Pentingnya Protokol Ibadah

Sumut | Kamis, 10 September 2020 | 14:03 WIB

Warga Masih Abai Protokol Kesehatan, Zaki: Jangan Takabur dengan Virus Ini

Warga Masih Abai Protokol Kesehatan, Zaki: Jangan Takabur dengan Virus Ini

Jakarta | Kamis, 10 September 2020 | 14:01 WIB

Terkini

4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 28 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir

4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 28 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Sahroni Dukung 'Under Invoicing' Masuk UU Tipikor: Praktik Culas Ini Rugikan Negara!

Sahroni Dukung 'Under Invoicing' Masuk UU Tipikor: Praktik Culas Ini Rugikan Negara!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Tanggapi Usul Luhut, Eks Wakil Ketua KPK: Batas Korupsi dan Risiko Bisnis Perlu Diperjelas

Tanggapi Usul Luhut, Eks Wakil Ketua KPK: Batas Korupsi dan Risiko Bisnis Perlu Diperjelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

×