Diancam Turun, Penumpang Ini Terpaksa Memakai Masker Meski Menderita Asma

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 11 September 2020 | 12:34 WIB
Diancam Turun, Penumpang Ini Terpaksa Memakai Masker Meski Menderita Asma
Ilustrasi lelaki hiperventilasi [shutterstcok]

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, penggunaan masker adalah hal yang diharuskan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan virus corona, terlebih di transportasi umum.

Namun, bagi beberapa orang dengan penyakit penyerta, seperti asma, penggunaan masker bisa membuat sulit bernapas. Layaknya yang terjadi pada pria bernama Nick ini.

Nick menceritakan selama perjalanan satu jamnya dari Jersey ke Gatwick, Inggris, ia dihina oleh penumpang lain di pesawat akibat tidak memakai masker. Padahal jika memakainya, ia justru tidak bisa bernapas.

Lelaki yang tidak mau menyebutkan identitas lengkapnya ini mengaku memakai masker membuatnya hiperventilasi, tindakan saat seseorang bernapas berlebihan. Orang yang mengalaminya bisa mengirup dan mengembuhskan napas secara cepat dan dangkal.

"Entah (memakai) baju bermodel leher polo atau syal yang melingkari wajahmu, sensasinya menyesakkan. Saya hanya merasa semakin sulit bernapas," katanya, dilansir Metro.

Pilot memaksa Nick memakai masker (YouTube/BBC)
Pilot memaksa Nick memakai masker (YouTube/BBC)

Kemudian, pilot pesawat mendatanginya dan memaksanya untuk memakai masker. Jika tidak, terlepas dari penjelasannya bahwa ia sulit bernapas, lelaki ini diturunkan dari pesawat.

"Kesempatan terakhir. Anda hanya punya dua detik untuk memakainya atau Anda harus turun," kata sang pilot.

Paadahal pada penerbangan sebelumnya, Nick menunjukkan kartu pengecualian resmi yang dicetak dari situs web pemerintah ke awak pesawat dan diterima naik.

Masker memang sangat diwajibkan bagi penumpang transportasi umum di Inggris sebagai bentuk aturan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Orang yang dibebaskan dari pemakaiannya termasuk anak-anak di bawah 11 tahun dan orang yang tidak bisa memakainya karena masalah kesehatan.

Nick mengatakan ia memiliki surat pengecualian (YouTube/BBC)
Nick mengatakan ia memiliki surat pengecualian (YouTube/BBC)

Orang-orang ini dapat memilih membawa kartu atau lencana untuk menunjukkan bahwa mereka dibebaskan, menurut Departemen Transportasi Inggris.

Setelah kejadian ini, seorang juru bicara maskapai EasyJet memperbarui kebijakannya.

"Kami telah memperbarui kebijakan kami sejalan dengan panduan pemerintah Inggris baru-baru ini, sehingga selain sertifikat medis, pelanggan dapat memberikan dokumen yang relevan dari situs web pemerintah," kata mereka.

Pihak penerbangan pun meminta maaf jika kebijakan tersebut tidak diberlakukan oleh kru pesawat pada insiden tersebut.

Sarah MacFadyen, kepala urusan kebijakan dan eksternal di Asthma UK dan British Lung Foundation, mengatakan bernapas bagi beberapa penderita asma saat mengenakan masker memang 'mustahil'. "Itu sebabnya pengecualian ini ada, jadi mereka masih bisa keluar dan menjalani hidup mereka," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kegerahan, Perempuan Ini Nekat Buka Pintu Keluar Darurat Pesawat

Kegerahan, Perempuan Ini Nekat Buka Pintu Keluar Darurat Pesawat

Lifestyle | Minggu, 06 September 2020 | 21:40 WIB

Kepanasan, Penumpang Buka Pintu Darurat Lalu Jalan-jalan di Sayap Pesawat

Kepanasan, Penumpang Buka Pintu Darurat Lalu Jalan-jalan di Sayap Pesawat

News | Jum'at, 04 September 2020 | 16:12 WIB

WHO Pertanyakan Aturan Rapid Test Penumpang Pesawat dan Kereta

WHO Pertanyakan Aturan Rapid Test Penumpang Pesawat dan Kereta

Riau | Jum'at, 04 September 2020 | 01:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB