Pandemi Covid-19 Ganggu Pengobatan Pasien TBC di Indonesia

Risna Halidi | Suara.com

Sabtu, 12 September 2020 | 08:45 WIB
Pandemi Covid-19 Ganggu Pengobatan Pasien TBC di Indonesia
Ilustrasi Tuberculosis. (Shutterstock)

Suara.com - Pada 2018, sekitar 10 juta orang di dunia dinyatakan mengidap TBC. Dari angka tersebut, Indonesia berkontribusi sekitar 10 persen dari beban jumlah pengidap TBC dari seluruh dunia atau sekitar 845.000 orang.

Situasi semakin berat ketika lebih dari 200 negara dunia, termasuk Indonesia, terimbas dampak pandemi Covid-19. Apalagi jumlah orang yang terjangkit Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Pada akhirnya, peningkatan tersebut berakibat pada kemampuan sumber daya kesehatan untuk penanggulangan penyakit lain termasuk TBC.

Bahkan ditulis setidaknya ada 91 pasien TBC yang tengah dirawat karena Covid-19 dengan 35 pasien di antaranya meninggal dunia.

Karena alasan itu pula, Stop TB Partnership Indonesia atau STPI memberikan dukungan hibah berupa ponsel pintar kepada 200 pasien dan 20 pendamping pasien TBC Resisten Obat atau TBC RO.

Dukungan diberikan melalui perkumpulan organisasi pasien TBC atau POP TB Indonesia yang berkolaborasi dengan Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU).

Kolaborasi tersebut dilakukan guna membangun penguatan pendampingan pasien TBC RO secara virtual di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Menurut Direktur Eksekutif Stop TB Partnership Indonesia Heny Akhmad, kolaborasi tersebut merupakan wujud solidaritas antarorganisasi masyarakat sipil kepada masyarakat yang terdampak TBC RO di Indonesia.

"Keberhasilan pengobatan TBC RO saat ini berada di 50 persen dan beresiko untuk menurun jika pasien putus pengobatan di masa pandemi karena tidak menerima dukungan psikososial. Mereka yang putus pengobatan juga dapat menjadi sakit XDR-TB yang lebih sulit diobati," katanya.

Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyampaikan bahwa pemerintah tengah mencanangkan Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030, ini tugas yang berat bagi kita bersama.

"Kita baru menemukan 564.000 dari 845.000 kasus TBC dan TBC RO pun meningkat, kita harus mengevaluasi upaya kita dan mengejar eliminasi TBC 2030 bukan 3020. Sejak pandemi, Subdit TB sudah mengeluarkan protokol supaya layanan TBC terus berjalan.

Ia melanjutkan, obat dapat diberikan dalam interval waktu lebih lama untuk mengurangi kontak fisik di layanan kesehatan. 

"Tentu ada tantangan dalam akses pendampingan secara virtual karena akses. Kolaborasi ini adalah terobosan untuk mendukung ketaatan pengobatan pasien TBC RO di masa pandemi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua KPU Riau Terpapar Covid-19, Minta Doa dan Dukungan

Ketua KPU Riau Terpapar Covid-19, Minta Doa dan Dukungan

Riau | Jum'at, 11 September 2020 | 23:33 WIB

Video Call Dengan Guru SMP 7 Padang, Ini Yang Dibicarakan Jokowi

Video Call Dengan Guru SMP 7 Padang, Ini Yang Dibicarakan Jokowi

News | Jum'at, 11 September 2020 | 22:26 WIB

Meninggal Akibat Covid-19, Ibu dan Anak di Bekasi Dimakamkan Bersamaan

Meninggal Akibat Covid-19, Ibu dan Anak di Bekasi Dimakamkan Bersamaan

Jakarta | Jum'at, 11 September 2020 | 22:20 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB