Jangan Pernah Makan Apel Saat Perut Kosong, Ini Alasannya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 15 September 2020 | 07:05 WIB
Jangan Pernah Makan Apel Saat Perut Kosong, Ini Alasannya
Ilustrasi makan apel. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang tentu familiar dengan istilah sebutir apel sehari membuat menjauh dari dokter. Ya, apel dianggap sebagai salah satu buah tersehat karena dikemas dengan nutrisi yang dapat membantu meredakan semua jenis kondisi kesehatan.

Tetapi Anda tidak bisa memakan buah ini kapan pun Anda mau. Ayurveda menyarankan bahwa mengonsumsinya pada waktu tertentu dalam sehari terbukti lebih bermanfaat.

Dilansir dari Times of India, menurut Ayurveda, apel tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong. Melakukan hal ini bisa membuat Anda merasa sembelit dan kembung.

Praktik pengobatan kuno India merekomendasikan makan apel satu jam setelah sarapan atau satu jam setelah makan siang. Apel berserat dan di pagi hari lebih mudah bagi perut Anda untuk mencerna dan menyerap nutrisi sepenuhnya.

Ketika tingkat asam pencernaan menurun di malam hari, proses pencernaan juga melambat. Itu berarti jika Anda makan apel setelah jam 6 sore maka apel itu mungkin tidak tercerna di perut untuk waktu yang lebih lama. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan tidur yang tidak nyenyak.

Alasan lain mengapa apel paling baik dikonsumsi di pagi hari adalah karena mengandung pektin. Pektin dapat membantu mencegah pembentukan asam laktat dan mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus besar.

Ini membuat sistem pencernaan Anda lebih sehat dan menghilangkan limbah beracun, mengurangi risiko berkembangnya masalah terkait perut.

Ada beberapa cara untuk memasukkan apel ke dalam makanan Anda. Anda bisa memotongnya dan menambahkannya di atas oat atau membuat pai apel atau meminumnya dalam bentuk jus apel.

Tapi cara yang benar untuk menyerap semua nutrisi dari apel adalah dengan mengonsumsinya dalam bentuk mentahnya. Jangan pernah mengupas kulit apel karena mengandung beberapa nutrisi penting. Sebaiknya hindari jus apel kemasan karena mengandung gula dan tidak mengandung serat yang dianggap baik untuk lambung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olahraga Sebelum Makan, Memang Boleh?

Olahraga Sebelum Makan, Memang Boleh?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2020 | 14:33 WIB

Mudah Didapat, Ini 3 Bahan Rumahan untuk Menghilangkan Ketombe

Mudah Didapat, Ini 3 Bahan Rumahan untuk Menghilangkan Ketombe

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 16:20 WIB

Viral Coba Diet Sehari Makan Apel ala Idol Kpop, Warganet: Kepala Mau Pecah

Viral Coba Diet Sehari Makan Apel ala Idol Kpop, Warganet: Kepala Mau Pecah

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 22:23 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB