Anak Sulit Konsentrasi di Sekolah, Bisa Jadi Kurang Asupan Zat Gizi Mikro

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Anak Sulit Konsentrasi di Sekolah, Bisa Jadi Kurang Asupan Zat Gizi Mikro
Ilustrasi anak sulit konsentrasi. (Shutterstock)

Dari sederet hal tadi, menurut pemerhati kesehatan dr. Lula Kamal, zat gizi mikro yang paling sering terabaikan kecukupan asupannya

Suara.com - Dalam masa pertumbuhan, anak bukan hanya membutuhkan zat gizi yang cukup melainkan juga seimbang. Untuk mencapai asupan gizi yang lengkap, anak paling tidak harus mendapat zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Juga zat gizi mikro berupa vitamin, mineral, zat besi, dan kalsium yang juga diperlukan.

Dari sederet hal tadi, menurut pemerhati kesehatan dr. Lula Kamal, zat gizi mikro yang paling sering terabaikan kecukupan asupannya. Hal itu disebabkan terkadang orang tidak sadar telah kekurangan zat gizi mikro.

"Defisiensi zat gizi mikro dapat berdampak buruk bila tidak ditangani dengan tepat dikarenakan gejalanya yang terkadang tak kasat mata," kata Lula dalam webinar peluncuran Nestle Ideal, Rabu (16/9/2020).

Lula menyampaikan bahwa orang tua perlu mewaspadai kemungkinan anak defisiensi zat gizi mikro. Bila anak mudah lelah dan kehilangan konsentrasi ketika sedang belajar, bisa jadi kekurangan zat besi atau vitamin C.

Ilustrasi ahli gizi, penanganan gizi, gizi seimbang [shutterstock]
Ilustrasi makanan dengan zat gizi. [shutterstock]

"Hal seperti inilah yang perlu diinformasikan kepada para orang tua,” kata Lula.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan zat gizi mikro bisa terpenuhi dari makanan atau juga susu yang berfortifikasi tinggi kalsium, zat besi, zink, dan Vitamin A, C, D. Kandungan zat gizi mikro itu diklaim terdapat dalam susu Nestle Ideal yang baru diluncurkan.

"Memahami pentingnya pemenuhan zat gizi mikro dalam proses tumbuh kembang anak serta keluarga Indonesia, menghadirkan Nestle Ideal minuman berfortifikasi zat gizi mikro yang tinggi kalsium, tinggi zat besi, serta zink, dan Vitamin A, C, D untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi mikro harian,” kata Business Executive Officer Business Unit Dairy Nestlé Indonesia Windy Cahyaning Wulan.

Untuk mengatasi permasalahan defisiensi zat gizi mikro di Indonesia, Nestle juga menjalankan program Nutrisi Keliling Ideal. Category Marketing Manager Business Unit Dairy Nestle Indonesia Johanlie Aliffin menambahkan, tujuannya mengedukasi keluarga Ineonesia.

"Target menjangkau satu juta keluarga Indonesia di berbagai daerah, dimulai dari wilayah Jawa Barat dan Pulau Sumatera," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS