252 Karyawan Kemenkes Positif Covid-19, Apa yang Seharusnya Kantor Lakukan?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 18 September 2020 | 17:16 WIB
252 Karyawan Kemenkes Positif Covid-19, Apa yang Seharusnya Kantor Lakukan?
Gedung Kementerian Kesehatan di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan disebut-sebut menjadi salah satu klaster kantor Covid-19 terbesar di Jakarta.

Hingga Jumat (18/9) sebanyak 252 pekerja di lingkungan kantor Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Lalu, apa yang bisa dilakukan jika ada karyawan di kantor yang dinyatakan positif Covid-19, terlebih jika ia sempat beraktivitas di kantor selama 14 hari ke belakang?

Pakar Kesehatan Masyarakat Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M. mengatakan langkah awal yang bisa dilakukan adalah memastikan karyawan tersebut menjalani isolasi baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah, selanjutnya melakukan pembersihan dengan disinfektan.

"Lakukan proses pembersihan dan disinfektan tempat-tempat yang disentuh tangan manusia bukan seluruh gedungnya," ujar Dr. Ede di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (18/9/2020).

Lantai harus selalu dibersihkan setiap hari, disapu dan dipel dengan disinfektan. Pun dengan semua benda dan permukaan yang disentuh atau tersentuh manusia harus segera dibersihkan secara menyeluruh.

"Didisinfektan semua meja, pegangan pintu, lift dan lain-lain semuanya bukan disemprot tapi dibersihkan dengan menggunakan disinfektan yang benar," jelar Dr. Ede.

Setelah dibersihkan, kantor sudah bisa beroperasi kembali dengan syarat maksimal kapasitas 50 persen dari total kapasitas kantor yang diperbolehkan masuk.

"Pembersihan membutuhkan berapa hari  seharikah, dua hari? Artinya penutupan tidak perlu seterusnya,  yang penting adalah mereka yang positif dites dan diisolasi dan jangan masuk dulu sampai benar-benar sembuh," terangnya.

baca juga

Dengan adanya kasus positif Covid-19, pihak kantor juga perlu melakuakn evaluasi lebih ketat lagi terkait protokol kesehatan. Jangan sampai malah kebobolan dengan bertambahnya korban karyawan yang ikut terjangkit sakit Covid-19.

"Begitu masuk orang di depan sudah diingatkan ada spanduk besar ada banner besar, mengingatkan protokol kesehatan, perintahkan cuci tangan tapi tempatnya juga harus menyediakan tempat cuci tangan," jelas Dr. Ede.

Memakai masker adalah kewajiban, jika tidak maka karyawan tidak diperbolehkan masuk, dan jika perlu gunakan thermo gun untuk mengukur suhu tubuh.

Ditambah jika memungkinkan mengubah setting kantor agar lebih banyak udara segar masuk dan keluar. "Settingnya, agar karyawan bisa jaga jarak, kalau ventilasi kemungkinan dibutuhkanagar ada pergantian udara segar dari luar," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian Kesehatan Ternyata Paling Banyak Kasus Covid-19

Kementerian Kesehatan Ternyata Paling Banyak Kasus Covid-19

Video | Jum'at, 18 September 2020 | 15:30 WIB

Pegawai Positf Covid-19, Kejari Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Pegawai Positf Covid-19, Kejari Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Foto | Jum'at, 18 September 2020 | 15:33 WIB

27 Hotel di Jakarta Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19, Ini Daftarnya

27 Hotel di Jakarta Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 18 September 2020 | 15:27 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×