Praktisi Kesehatan Minta Pemerintah RI Standarisasi Aturan Masker Kain

Risna Halidi

Jum'at, 18 September 2020 | 20:36 WIB
Praktisi Kesehatan Minta Pemerintah RI Standarisasi Aturan Masker Kain
Masker kain berfilter (YouTube/Maker's Habitat)

Suara.com - Pemerintah Indonesia diharapkan membuat panduan detail terkait masker kain yang aman dan direkomendasikan untuk dipakai masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh praktisi klinik sekaligus relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i.

Dikutip Suara.com dari Antara, panduan yang dimaksud bisa menyoal bahan masker yang sebaiknya dipilih, jumlah lapisan kain, hingga tingkat kerapatan.

"Karena masker kain yang beredar kan sangat banyak ya. Harus dikasih lihat maskernya, bentuknya seperti apa, harus ada contoh kongkret. Masker beragam, bisa saja membuat masker sendiri. Kita support pemerintah keluarkan regulasi," ujar Fajri, Jumat (18/9/2020).

Fajri menyadari, Kementerian Kesehatan sebenarnya sudah mengeluarkan panduan mencegah infeksi termasuk mengenai pemakaian masker yang benar dan cara membuatnya sendiri di rumah, namun belum membahas detail mengenai bahan masker.

"Standarisasi kalau perlu," kata Fajri.

Sosialisasi mengenai masker juga perlu dilakukan secara ekstensif dan diulang-ulang, misalnya melalui iklan layanan masyarakat di televisi. Iklan ini bisa berdurasi pendek namun diulang-ulang, karena tak semua elemen masyarakat terakses media sosial.

"Perlu juga sering turun ke lapangan untuk menyentuh masyarakat yang kurang terakses media," tutur Fajri.

Belum lama ini, pemerintah melalui Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito tidak merekomendasikan pemakaian masker scuba karena dianggap tidak mampu melindungi diri dari penularan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Masker scuba hanya terdiri dari satu lapisan kain elastis dan cenderung bisa menjadi longgar saat dipakai.

baca juga

Senada dengan imbauan Wiku, Fajri mengatakan masker scuba tidak efektif melindungi diri dari paparan virus karena berbahan neoprene, cenderung elastis sehingga jika ditarik pori-pori kain akan membesar.

"Padahal kita butuh kemampuan fitrasinya," ujar dia.

Pihak PT KCI bahkan pernah mengimbau para penumpang KRL commuterline tidak mengenakan masker jenis tersebut. Terkait ini, menurut Fajri bisa saja pemerintah akhirnya membuat regulasi mengenai masker scuba.

Masker termasuk kain telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan risiko penularan Covid-19 bahkan 85-90 persen, jika dipakai secara benar dan tepat memilih jenis bahannya.

Kain yang direkomendasikan salah satunya katun cult tiga lapis dengan kerapatan 180 benang per inci. Selain itu, bisa juga masker sutra karena ada kemampuan untuk mencegah masuknya partikel-partikel halus, atau sifon yang dipadukan dengan katun.

"Pakai masker harus pas. Kalau pakai masker jangan dilepas-lepas, kalau mau dilepas pergi ke tempat kosong. Melepasnya dari belakang. Jangan dilepas saat ada orang lain," jelas dia.

Selain itu, saat berada di moda transportasi umum sebaiknya tak perlu berbicara apalagi tertawa untuk mengurangi risiko droplet yang bisa saja mengandung virus penyebab Covid-19 dari Anda tersebar ke orang lain.

"Di bus, kereta jangan banyak bicara dan tertawa, supaya tidak banyak (droplet) yang ditumpahkan juga. Kita tidak bisa selalu menjaga jarak, (saat berada di sarana angkutan umum)," tutupnya Fajri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Pakai Masker Saat PSBB di Kota Tanggerang, Siap-siap Denda Rp 50 Ribu

Tak Pakai Masker Saat PSBB di Kota Tanggerang, Siap-siap Denda Rp 50 Ribu

Jakarta | Jum'at, 18 September 2020 | 19:54 WIB

Dokter Reisa: 7 dari 10 Orang yang Terpapar Covid-19 Telah Sehat

Dokter Reisa: 7 dari 10 Orang yang Terpapar Covid-19 Telah Sehat

News | Jum'at, 18 September 2020 | 19:16 WIB

Terpapar Covid-19, Begini Kondisi Terkini 9 Anggota DPRD Bali

Terpapar Covid-19, Begini Kondisi Terkini 9 Anggota DPRD Bali

Bali | Jum'at, 18 September 2020 | 19:13 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Jatim | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram

Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar

Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota

Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×