Masker untuk Covid-19 Harus Ada Standardisasi Khusus?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 19 September 2020 | 07:05 WIB
Masker untuk Covid-19 Harus Ada Standardisasi Khusus?
Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)

Suara.com - Setelah masker jenis scuba dilarang penggunaannya oleh PT KCI untuk pengguna KRL, banyak masyarakat bingung, masker jenis apa yang tepat menangkal Covid-19. Lalu, terbesit wacana standardisasi masker untuk Covid-19, mungkinkah?

Praktisi klinik, edukator pengamat kesehatan dan relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i, mengatakan tidak ada yang tidak mungkin, standardisasi masker, contohnya bisa seperti standardisasi helm SNI (Standar Nasional Indonesia).

"Logikanya helm tidak standar, merasa aman memakai masker tapi tidak menyaring, jangan-jangan outbreak yang ada di kantor, di berbagai tempat, gara-gara pemakaian yang salah, jadi dampaknya cukup panjang," ujar dr. Fajri dalam diskusi bersama Elshinta beberapa waktu lalu.

Sama seperti thermo gun yang juga ada standarnya, ditandai dengan kalibrasi yang tepat untuk memeriksa suhu gejala Covid-19, dengan adanya badan khusus yang mengatur kalibrasi thermo gun, maka masker juga bisa seperti itu. Hanya saja, berbeda dengan thermo gun yang dirancang dan dibuat oleh perusahaan tertentu sehingga ada standarnya. Tapi untuk masker, siapa saja mungkin bisa membuatnya, karena belum ada standardisasi.

"Poblemnya adalah regulasinya belum jelas, statement-nya baru statement saja, belum ada regulasi tertulis, jadi landasan hukumnya belum jelas," terang dr. Fajri.

Seperti yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika yang bisa mengeluarkan aturan dan standardisasi terkait obat, vaksin, hingga masker.

"Jadi menurut saya bukan tidak mungkin, tinggal buat regulasi yang jelas dan intensif disebarkan di seluruh media," katanya.

"Kalau regulasi muncul, bisa disebarluaskan, seperti CDC masker untuk umur di bawah 2 tahun tidak perlu, di atas 2 tahun wajib. Jadi tidak ada yang tidak mungkin," lanjutnya.

Lembaga yang berbicara adalah yang berwenang, seperti Kemenkes hingga BNPB, dengan melakukan edukasi percontohan bahan yang baik, tebal tipisnya, berapa lapisan, cara pemakaian, dan sebagainya.

baca juga

"Dikasih lihat maskernya bentuknya seperti apa, tebalnya seperti apa, itu akan terasa, dan betul harus ada regulasi yang benar-benar melakukan standardisasi dan konkrit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melapisi Masker Kain dengan Tisu, Memang Perlu?

Melapisi Masker Kain dengan Tisu, Memang Perlu?

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 20:44 WIB

Praktisi Kesehatan Minta Pemerintah RI Standarisasi Aturan Masker Kain

Praktisi Kesehatan Minta Pemerintah RI Standarisasi Aturan Masker Kain

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 20:36 WIB

Tak Pakai Masker Walau Mengemudi Sendiri, Pria Ini Didenda Rp 100 Ribu

Tak Pakai Masker Walau Mengemudi Sendiri, Pria Ini Didenda Rp 100 Ribu

News | Jum'at, 18 September 2020 | 18:55 WIB

Terkini

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup

Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati

Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati

Jatim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:10 WIB

4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat

4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta

Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI,  BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:56 WIB

5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau

5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia Akibat Terlindas Truk di Flyover Kranji Bekasi

Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia Akibat Terlindas Truk di Flyover Kranji Bekasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47 WIB

PANI Perkuat Komunikasi Korporasi untuk Jaga Kepercayaan Pemangku Kepentingan

PANI Perkuat Komunikasi Korporasi untuk Jaga Kepercayaan Pemangku Kepentingan

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:45 WIB

×